PPKM Turun Level, THM Tetap Tutup

Bupati Cianjur Herman Suherman. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Meski Kabupaten Cianjur sudah berstatus PPKM level 2, namun untuk urusan tempat hiburan malam (THM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, masih belum memberikan izin beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan pemerintah setempat akan siap memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang masih ‘kekeuh’ beroperasi. “Tempat hiburan malam terutama karaoke kan sangat berpotensi rawan terjadi penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan lainnya juga dimungkinan untuk diabaikan. Makanya kami masih larang,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Tak hanya itu, alasan Pemkab masih belum memberikan izin beroperasi kepada pengusaha THM, karena menurutnya, di tempat seperti itu, para pengunjung dimungkinkan besar tak akan hanya melakukan kegiatan sebentar. Bahkan dengan ruangan yang tersedia, jaga jarak dan abai prokes akan sangat terjadi.
“Ruangannya kan tertutup, tidak mungkin juga di dalam tempat karaoke atau hiburan malam itu hanya sebentar dan jaga jarak. Hal itu yang jadi pertimbangan, meskipun Cianjur PPKM level 2, tempat hiburan malam belum boleh buka,” tegasnya.

Lebih lanjut Herman mengatakan, kebijakan larangan tempat hiburan pun dimungkinkan akan terus berlanjut hingga penerapan PPKM usai. Hal tersebut, demi mewujudkan Cianjur yang agamis dan berakhlakul karimah. “Jadi mau ada Covid-19 ataupun tidak, ke depannya tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi. Karena rawan terjadi kegiatan negatif,” katanya.

Dengan begitu, ia juga meminta kepada masyarakat, jika masih ada tempat hiburan di Cianjur yang beroperasi, terutama selama penerapan PPKM, maka laporkan. Hal itu semata-mata demi mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tatar Santri ini. “Saya harap masyarakat bisa berperan aktif untuk melaporkan kepada kami di Pemerintah maupun petugas berwenang jika masih ada tempat hiburan malam yang masih beroperasi. Akan kita bubarkan langsung. Kalau membandel dan terus buka, kita akan tindak tegas,” tuturnya.

Meski begitu, di sisi lain, Pemkab pun kini sudah memperbolehkan destinasi wisata di Cianjur untuk buka dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. “Objek wisata sudah boleh buka, namun hanya 25 persen dari jumlah kapasitas tempat wisata, dan itupun harus menerapkan prokes yang ketat. Jadi lebih baik berwisata, terutama wisata alam dibandingkan ke tempat hiburan malam,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya pun akan menyiagakan sejumlah kendaraan untuk mendatangi tempat wisata yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur untuk melakukan pengawasan, sosialisasi serta edukasi.
“Jadi pengelola tempat wisata pun harus mewajibkan para pengunjung membawa bukti surat swab antigen, atau keterangan sudah menjalani vaksinasi Covid-19,” ujar Herman.

Terakhir, Herman meminta masyarakat untuk tidak terlalu bereuforia, meski kabupaten Cianjur ini sudah masuk level 2 dalam penerapan PPKM. “Intinya kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan, serta selalu menggunakan masker di setiap aktivitas kita, apalagi di luar rumah,” pungkasnya. (dan)