Diskoperindagin Cianjur Jamin Pelaku UMKM Cisel Tak Terkendala Sinyal

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Indra Suggara. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Banyaknya pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur membuat Dinas Koperasi Perdagangan UMKM dan Industri (Diskoperindagin) Kabupaten Cianjur terus gencar melakukan sosialisasi dalam pemasaran produk melalui sistem online.

Tak terkecuali Pelaku UMKM wilayah Cianjur Selatan yang notabenenya wilayah yang paling jauh dari pusat kota Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Indra Suggara menjelaskan, meski kawasan Cianjur Selatan jauh dari pusat kota, namun tidak menyurutkan para pelaku UMKM untuk lebih berinovasi dalam pemasaran produk secara online.

“Untuk UMKM yang di Cianjur selatan juga saat ini tidak ada masalah,”katanya.

Menurutnya, permasalahan sinyal di Cianjur Selatan tengah diperbaiki dengan adanya program kawasan internet.

“Untuk yang di Cianjur selatan kalau tidak salah dari Kementerian Kominfo ada program desa kawasan, dan kami juga diajak rapat waktu itu bagaimana membangun kawasan kawasan yang blankspot itu menjadi ada internet,” ungkapnya.

Indra berharap, tak ada lagi daerah di Cianjur Selatan yang mengalami blankspot agar masyarakat pelaku UMKM dapat mengakses internet dan menanfaatkan untuk pemasarannya.

“Kemarin ada rekan-rekan UMKM yang dari Cidaun yang berbatasan dengan Garut. Memang awalnya blankspot tetapi setelah ada program desa kawasan itu katanya internetnya lebih lancar. Saya fikir yang di selatan tidak ada kendala dan pemerintah juga sudah berusaha untuk mengakses ke pedalaman. Sehingga warga yang di selatan tidak kesulitan,”ujarnya.

Indra juga mengungkapkan, hasil UMKM dari Cianjur pemasarannya sudah ada yang sampai ke luar negeri, beberapa melalui perantara, baik itu perusahaan ataupun para pengusaha yang lainnya.

“Contoh misalkan di kita ada pengrajin peci, peci itu katanya sudah ada pesanan ke Negara Turki, tetapi melalui perusahaan yang ada di Bandung dan Jakarta. Jadi sebagai pemasoknya saja,”terangnya.

Indra menyebut, jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Cianjur sekitar 50 ribu UMKM, terdiri dari perusahaan mikro, perusahaan kecil, dan menengah.

Kini menurutnya, Pihaknya tengah melakukan pendataan agar terdaftar melalui sistem sehingga dapat mempermudah kegiatan perdagangan bagi para pelaku UMKM

“Saat ini kami dari pihak Diskoperindagin sedang melaksanakan kegiatan updating data UMKM, yang kami beri nama Simadu (Sistem Management Data UMKM Terpadu),”pungkasnya (byu).