PTM Terbatas di Cianjur Disambut Meriah Murid dan Guru

KEMBALI SEKOLAH: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dinanti-nanti akhirnya kembali diberlangsungkan dan disambut dengan semangat oleh murid-murid. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Senin (6/9) pagi. Gemuruh kelas yang sebelumnya sepi kini ramai kembali oleh celotehan anak-anak yang rata-rata berusia 10 tahun di ruang kelas 4 SDN Bojongherang. Riang gembira, tertawa di balik masker yang dikenakan. Ya. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas digelar kembali di Kabupaten Cianjur. Sejumlah sekolah mulai kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Semangat dan riang gembira terlihat dari aktifitas murid yang belajar secara langsung dan berjumpa dengan teman satu kelas dan juga guru. Memang belum sepenuhnya, hanya 50 persen murid yang bisa mengikuti PTM terbatas ini. Selain itu, pembelajaran pun hanya berlangsung dua hari dalam seminggu, selebihnya kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal wajib bagi setiap sekolah untuk melaksanakan PTM terbatas. Bahkan, surat izin dari orang tua menjadi hal yang harus ada dan juga rekomendasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur.

Meski dibuka, PTM terbatas tetap dalam pantauan pihak Satgas khususnya kecamatan dan juga desa. Bahkan, Satgas Kabupaten Cianjur turut memantau langsung berjalannya PTM di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Guru SDN Bojongherang, Heni menuturkan, dirinya bersyukur PTM terbatas kembali digelar meskipun masih dibatasi 50 persen dan dengan pembagian waktu.

“Allhamdullilah saya sebagai guru merasa senang dengan adanya PTM yang dilaksanakan walau masih 50% dimana peserta didik masuk dalam waktu yang di bagi dua,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan adanya pembelajaran tatap muka ini akhirnya murid bisa mengikuti pembelajaran walau belum maksimal. Pasalnya dua hari dalam seminggu murid PTM selanjutnya masih menggunakan PJJ.

“Apalagi sekokah SDN bojongherang ini salah satu dari empat sekolah penggerak dari Kecamatan Cianjur yang menggunakan pembelajaran menggunakan filosopi kihanjar dewantara yang menghasilkan profil pelajar Pancasila yang mandiri, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak muliadan bernalar kritis,” paparnya.

Lana (10) satu dari murid lainnya merasa sangat senang. Dirinya sangat bersemangat bisa kembali lagi ke kelas yang ditempatinya bersama dengan teman satu kelas.

“Senang banget bisa sekolah lagi, kemarin sebentar tapi malah harus online lagi, semoga terus aja belajarnya di sekolah supaya bisa ketemu sama bu guru juga temen-temen,” paparnya. (kim)