Rencana Pembangunan Geothermal Harus Dikaji, Camat Cipanas: Ini Menyangkut Masyarakat Umum

Gunung Gede Pangrango. Foto : Dok Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Camat Cipanas Latip Ridwan menyebut, adanya rencana pemerintah pusat dalam upaya memanfaatkan energi panas bumi atau geothermal di wilayah kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dinilai cukup baik.

Meski dari sisi lain, tentu segala dampak yang akan terjadi meski betul-betul dikaji dan diteliti dari segala aspek. Sehingga tidak merugikan masyarakat atau sejumlah pihak kedepannya.

“Kami secara birokrasi mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat ke wilayah Cipanas khususnya, dan Kabupaten Cianjur secara umum. Namun, jika seandainya ini terjadi, tentu perencanaan sebelum terealisasi harus betul-betul dikaji secara menyeluruh karena ini menyangkut masyarakat umum,” kata Latip, Sabtu (4/9/2021).

Bahkan menurutnya, jika rencana ini betul-betul terjadi yang notabene berada di kawasan kaki gunung Gede-Pangrango, tak hanya masyarakat umum, tetapi ekosistem hutan lindung akan mengalami dampak serius.

“Ini perlu dievaluasi dan dikaji secara teliti, meskipun kami secara pribadi berterima kasih jika seandainya potensi untuk pemanfaatan sumber di TNGGP itu terjadi. Mudah-mudahan berbagai elemen atau unsur masyarakat bisa menerima akan rencana itu. Meski tidak hanya disosialisasikan, tapi seluruh stakeholder di Cianjur harus sampai memahami hingga ke tingkat bawah,” paparnya.

Di sisi lain, gejala yang akan muncul kedepan, ketika sosialisasi itu dilakukan secara benar, maka artinya upaya pemerintah dalam mengedukasi masyarakat telah maksimal. Hal tersebut tentu demi pemanfaatan lingkungan secara keseluruhan yang baik dan benar.

“Kami menyoroti lebih kepada bagaimana berpikir masyarakat Cipanas dan hutan lindung serta kawasan wisata ini bisa tetap bermanfaat tanpa ada yang dirugikan,” kata Latip.

“Mungkin konsepnya bisa ditunjang seperti wisata, atau adaptasi hutan lindung. Karena kami akan setuju ketika konsepnya itu tanpa menghilangkan kawasan yang sebelumnya sudah ada,” sambungnya.

Tetapi secara di birokrasi ia menegaskan, Pemerintah di daerah itu akan mendukung program-program yang digulirkan pemerintah pusat, jika dipandang itu lebih bermanfaat sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat. Contohnya, jika karena adanya pembangunan geothermal, justru bisa mensejahterakan warga, nah disitu pihaknya akan setuju.

Tapi sebaliknya, kalau memang hal itu bisa merugikan masyarakat bahkan ekosistem dan hal lain di dalamnya, pihaknya berharap rencana itu tidak terealisasi. Karena lebih dikhawatirkan kepedulian masyarakat.

“Kalau karena adanya pembangunan masyarakat jadi merugi, alangkah baiknya jika rencana itu tidak dilakukan,” pungkasnya. (dan)