Jalan Alternatif Puncak II Mulai Dibangun

Jalur Puncak II yang kini tengah dibangun dinas terkait dengan cara betonisasi.

RADARCIANJUR.com – Jalan alternatif yang menghubungkan Bogor-Cianjur di Jalur Puncak II wilayah Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, sejak beberapa pekan terakhir sudah mulai dibangun oleh dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa barat.

Pembangunan jalan yang membentang sekitar 13 kilometer itu dilakukan dengan cara betonisasi atau cor.

Kepala Desa Batulawang, H. Nanang Rohendi mengatakan, jalan yang menghubungkan dari mulai Simpang Loji-Ciseureuh, dan Ciseureuh-Arca itu telah dilakukan betonisasi yang diketahui bersumber dari anggaran Pemprov Jabar melalui dinas terkait dan diterapkan pihak ketiga atau pengembang.

“Alhamdulillah kang, kini sudah mulai dibangun atau dicor. Sudah cukup lama juga jalan alternatif ini belum ada realisasi sejak beberapa waktu lalu. Tapi sekarang sudah mulai dikerjakan,” kata Nanang kepada radarcianjur.com, Senin (7/9/2021).

Meski dalam segi anggaran pihaknya belum bisa mengetahui secara detail, namun ia menyebut, pembangunan yang kini digeber oleh Pemprov, sejumlah dua program dengan nilai alokasi sekitar Rp 6 Miliar lebih.

“Kalau yang saya tahu, itu nilainya sekitar Rp 6 Miliar lebih. Tapi kalau secara jelasnya belum bisa dipastikan. Karena pembangunan itu kalau gak salah dua program,” katanya.

Dengan dimulainya pembangunan jalur tersebut, secara pemerintahan desa dan perwakilan masyarakat, sangat bersyukur berterima kasih kepada Pemprov dan Pemkab, serta sejumlah pihak yang telah mendorong hingga terealisasinya pembangunan jalur Puncak II ini. Meskipun menurut informasi, pengecoran itu belum bisa secara keseluruhan hingga perbatasan Bogor.

“Alhamdulillah ini menjadi salah satu titik terang kami di wilayah Desa Batulawang. Apalagi jalan ini memang sudah sejak 2011 lalu menjadi jalur aktif yang sering dipakai warga Cianjur dan luar Cianjur yang menjadi jalan alternatif. Mudah-mudahan pembangunan jalan ini bisa lebih membantu jalannya perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, dalam rangka realisasi program 1000 Kilometer jalan beton, Pemkab Cianjur sudah memasukan anggaran kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2022 – 2026.

Salah satunya adalah jalur Puncak Il existing, yang sudah mulai dilakukan betonisasi dan semoga tahun ini bisa selesai.

Meskipun untuk jangka panjang hingga jalur Puncak II itu rampung, akan dibangun oleh pemerintah pusat.

“Pembangunan infrastruktur itu tidak bisa sekaligus selesai dalam satu tahun, karena harus membagi dengan kegiatan lainnya dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Tapi dengan mulainya pembangunan ini, semoga bisa bermanfaat terutama untuk masyarakat Desa Batulawang Kecamatan Cipanas sebagai jalan alternatif pada saat jalur Puncak I macet,” tuturnya.

Program 1000 KM Jalan beton ini, kata Herman, akan dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten Cianjur selama 5 tahun kedepan.

“Mohon doa dan kerjasamanya kepada semua pihak agar Cianjur bisa masuk PPKM Level 1 atau zona hijau dalam penerapan pencegahan Covid-19. Kita yakin, ekonomi kita bisa segera bangkit dan pembangunan bisa dilakukan kembali secara bertahap,” pungkasnya. (dan)