Peneliti Balitbang ESDM : Realisasi Proyek Geothermal TNGGP Masih Jauh

Gunung Gede Pangrango. Foto : Dok Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) dari Kementerian ESDM menyebut, rencana proyek pembangunan energi panas bumi atau energi geothermal di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) belum bisa dipastikan kapan akan terealisasi.

Pasalnya, tahapan yang kini masih dilakukan oleh sejumlah tim yang ditunjuk oleh kementerian terkait, belum sepenuhnya terealisasi secara keseluruhan.

“Kami di sini dipercaya ditugaskan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) energi baru terbarukan dan konservasi energi untuk melakukan kajian penyiapan model pengembangan panas bumi dan social engineering di kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango. Jadi memang belum bisa dipastikan kapan akan terwujud rencana proyek itu. Karena tahapannya masih lama,” kata Peneliti Balitbang ESDM, Made Agus kepada radarcianjur.com

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa untuk daerah Gunung Gede Pangrango ini sudah ada wilayah kerja panas bumi (WKP) nya, namun dengan data yang masih sangat minim. Makanya Pemerintah berencana untuk menambah data serta anggaran untuk itu. Supaya lebih mendetail

“Jadi karena dengan data yang sangat minim ini pemerintah berencana mau menambah anggaran supaya tim tersebut dapat data yang lebih maksimal terkait pemetaan WKP ini. Termasuk juga supaya dapat menarik minat pengembang nanti,” kata dia.

Selain itu ia menuturkan, tujuan utama dari adanya diskusi antara peneliti, tokoh masyarakat, perwakilan dari desa-desa di wilayah Utara Cianjur, serta unsur lainnya adalah untuk memetakan sosial mapping dan tanggapan di masyarakat sekitar serta menerima aspirasi mereka jika di daerahnya dikembangkan panas bumi.

“Jadi harapan-harapan apa yang masyarakat inginkan dan keterlibatan mereka akan bisa lakukan, itu karena dalam rangka pembangunan energi panas bumi,” ujarnya.

Termasuk, dalam hal ini, pihaknya juga dalam rangka penyusunan kajian melakukan suatu hal yang harus lengkap untuk disampaikan kepada masyarakat yang mungkin menerima atau memahami panas bumi.

“Ini membutuhkan waktu yang panjang. Jadi kalau pastinya kita dari tim ini tidak terlibat sosialisasi, karena tugas dan wewenang tentang itu adalah di Direktorat Jenderal, di mana dalam keadaan kita seperti halnya melakukan seperti pengenalan awal dan hasil-hasil dari kegiatan yang kita bahas ini dilaporkan ke direksi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya. (dan)