Kebakaran di Tanggerang, Lapas Kelas IIB Cianjur Antisipasi Dini

DETEKSI DINI: Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur melakukan pemeriksaan kabel dan beberapa hal teknis yang dapat mengakibatkan kebakaran. FOTO: HAKIM/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Lapas Kelas IIB Cianjur langsung bergerak cepat melakukan antisipasi kebakaran menyusul adanya peristiwa kebakaran yang menimpa Lapas Kelas I Tangerang. Dari peristiwa itu diketahui 41 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dikabarkan meninggal dunia.

Lapas Kelas IIB Cianjur langsung melakukan inspeksi dan pemeriksaan ke seluruh kamar tahanan WBP guna deteksi dini seperti mengecek kabel listrik hingga melakukan pemeriksaan barang yang dapat mengakibatkan kebakaran.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Heri Aris Susila mengatakan, setelah kebakaran terjadi di Tangerang, pihaknya langsung mengantisipasi dengan memerintahkan jajaran kepala keamanan untuk memeriksa setiap kamar. “Memeriksa berkaitan mungkin dengan ada kabel liar di dalam kamar untuk dicopot juga kita sudah standby alat pemadam kebakaran sehingga bisa mudah-mudahan tidak terjadi di Lapas Cianjur,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, saat ini Lapas Cianjur mengalami kelebihan kapasitas. Dari kapasitas 355 WBP, Lapas Cianjur diisi oleh 778 WBP. Sehingga, Lapas Cianjur mengalami over kapasitas sebanyak 100 persen. “Hampir semua lapas overkapastias. Mohon doanya mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa di Lapas Cianjur. Kita tetap standby dan menjaga stabilitas keamanan juga di Lapas Cianjur,” harapnya.

Lanjutnya, Lapas Cianjur pun sudah bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Polres Cianjur agar bisa berkolaborasi menanggapi kejadian yang baru-baru ini terjadi. “Tidak ada petugas khusus, semuanya bertanggung jawab. Maksudnya sesuai dengan SOP-nya di setiap blok ada petugas yang menjaga. Dia (petugas) stay di situ dan yang pasti Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dalam hal ini selalu siaga melihat situasi kondisi yang ada,” paparnya.

Pihaknya berharap kebakaran yang melanda Lapas Kelas I Tangerang merupakan kejadian yang pertama dan terakhir kalinya. Hal itu menjadi duka mendalam bagi Lapas Cianjur. “Harapan kedepannya mudah-mudahan kejadian di Lapas Kelas I Tangerang adalah kejadian pertama dan terakhir dan semoga tidak ada kejadian seperti itu lagi,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Cianjur, Resnu Parada Andhika menambahkan, setelah mendapatkan arahan dari Kalapas, jajaran petugas langsung mendatangi setiap kamar tahanan WBP untuk melakukan pengecekan.
“Alhamdulillah kita tidak menemukan adanya kabel yang terkelupas atau kabel yang bisa mengakibatkan kebakaran,” ungkapnya.

Pihaknya pun sudah menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap blok tahanan yang sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly menginstruksikan jajarannya untuk fokus pada evakuasi dan pemulihan warga binaan yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Hal tersebut disampaikan Yasonna saat meninjau langsung Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9). “Rasa duka mendalam saya sampaikan atas jatuhnya korban dalam kebakaran ini. Saya sudah menginstruksikan jajaran untuk secepatnya melakukan evakuasi dan fokus memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan korban luka. Ini musibah yang memprihatikan bagi kita semua,” jelasnya melalui keterangan tertulis.

Ia turut meninjau lokasi ke lokasi setelah mengetahui kabar tersebut. “Setelah menyelesaikan rapat yang sudah teragendakan jauh hari sebelumnya. Tapi, saat rapat pun saya terus memantau perkembangan yang terjadi,” tuturnya.

Yasonna memastikan pihaknya akan bekerja sama dengan aparat terkait untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
“Data yang saya peroleh menyebutkan ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran ini. Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu tindak pidana pembunuhan, sementara lainnya narkoba. Dua di antara korban meninggal merupakan warga negara asing dari Afrika Selatan dan Portugal,” terangnya.

Pihaknya pun akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran. “Tentu saja memformulasikan strategi pencegahan agar musibah berat seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Menurut keterangan saksi, para narapidana berteriak meminta pertolongan, namun tidak seluruhnya bisa diselamatkan oleh petugas.

Dari keterangan yang disampaikan Sat Intelkam Polres Metro Tangerang Kota, saksi mendengar teriakan kebakaran dari warga binaan pada pukul 02.30 WIB. Mendengar teriakan tersebut, saksi bersama sipir yang berjaga langsung melakukan pengecekan ke ruang tahanan Blok C2.

Mereka lantas melakukan evakuasi terhadap warga binaan yang berjumlah 122 orang. Namun hanya puluhan orang saja yang akhirnya bisa terselamatkan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Banten, Agus Toyib menyebut jumlah petugas lapas terbatas sehingga masih ada narapidana yang terjebak lantaran pintu yang belum dibuka.

Agus menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 1.45 WIB dengan dugaan akibat korsleting listrik. Saat kejadian penjaga lapas yang berjumlah 12 orang sempat melakukan penyelamatan sampai api yang terus membesar. “Tapi, ya, mungkin kondisinya petugas juga sangat terbatas, sehingga beberapa warga binaan belum sempat pintunya terbuka pada saat itu,” paparnya.(kim/sua)