Pemuda Bojongpicung Dibacok Orang tak Dikenal

TERKAPAR: Kondisi korban akibat dianiaya kelompok bermotor harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang, Cianjur. FOTO: BAYU/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Dua pemuda mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh akibat benda tajam setelah dianiaya kelompok bermotor di Kampung Mekarjaya, Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung kemarin subuh.

Korban yang bernama Saeful (22) dan Juliana (21) mengalami kejadian tersebut saat keduanya sedang jaga malam di lingkungan rumahnya. Tiba-tiba keduanya mendengar ada keributan di luar dan kedua korban memutuskan untuk melihat untuk memastikan situasi lingkungannya.

Namun, ketika keduanya menuju lokasi, datang satu orang terduga pelaku yang membawa senjata tajam jenis clurit dan langsung menyerang kedua korban dengan membabi-buta.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah pada sejumlah bagian tubuhnya dan harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Sayang Cianjur. “Awalnya terdengar keributan, lalu kedua korban menghampirinya. Tiba-tiba, datang terduga pelaku dengan membawa senjata tajam langsung menyerang keduanya secara membabi-buta, sehingga keduanya mengalami luka parah,” ujar Ardi, seorang warga setempat.

Lanjutnya, untuk korban Saeful mengalami luka tebasan senjata tajam pada bagian perut sebelah kanan hingga menyebabkan usus terburai. Sementara rekan korban lainnya, Juliana mengalami luka pada jari tangan kanan putus dan bagian betis kaki sobek yang cukup parah. “Saat itu korban sempat meminta tolong, sehingga warga sekitar keluar dan mencoba mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Setelah kejadian itu, warga langsung melaporkan peristiwa penyerangan terhadap kedua korban ke pihak kepolisian setempat.
“Di lokasi kejadian hanya ada barang bukti berupa senjata tajam jenis clurit, yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban,” terangnya.

Andi (26), salah satu keluarga korban yang juga saksi mata mengungkapkan, kedua korban menjaga di lokasi kejadian karena warga sudah resah akan seringnya kehilangan hewan ternak ayam. “Jaga ayam dan juga kolam ikan, karena sebelumnya pernah kejadian hilang. Biasanya bukan cuma remaja saja, bapak-bapak juga ada. Tapi pas kejadian itu, bapak-bapak sudah pulang duluan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tersangka yang datang ada kurang lebih empat orang dan salah satunya perempuan. Korban dan tersangka sama sekali tidak mengenal serta korban tidak memiliki masalah dengan siapapun. “Enggak pernah ada masalah sama siapapun. Dugaan itu geng motor, karena di tetangga sering ada geng motor suka nongkrong. Kayaknya salah sasaran,” terangnya.

Pihak keluarga pun meminta kepada aparat penegak hukum (APH) bisa mengusut dan menangkap para pelaku serta memberikan hukuman berat.

Kapolsek Bojongpicung, Iptu Eriyanto mengatakan, kasus tersebut masih didalami dan dalam proses penyelidikan. “Untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Cianjur dan masih proses penyelidikan. Semoga saja segera terungkap dan pelakunya segera tertangkap,” tutupnya. (kim)