Setelah SD-SMA di Cianjur, Kini Perguruan Tinggi Sambut PTM Terbatas

Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Cianjur untuk tingkat SD hingga SMA sudah dilaksanakan. Saat ini, untuk tingkat universitas atau perguruan tinggi tengah dipersiapkan untuk melakukan PTM. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Dalam Negeri; Menteri Agama dan Menteri Kesehatan dengan Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Meski akan dibuka, pihak kampus atau perguruan tinggi harus menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes) dan membatasi mahasiswa yang akan melakukan pembelajaran secara langsung. Selain itu, mahasiswa dan juga pihak kampus sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, sudah diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan harus dipenuhi yang salah satunya dosen dan mahasiswa sudah divaksin.

“SD-SMA sudah, apalagi mahasiswa tentu boleh sekali dengan syarat dan ketentuan harus dipenuhi salah satunya selain dosen, mahasiswa sudah divaksin minimal dosis pertama,” ujarnya.

Lanjutnya, pelaksanaan PTM terbatas di tingkat kampus atau perguruan tinggi harus sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur.

“Memang sudah ada SK Bupati Cianjur mengenai level, dijabarkan juga apa saja yang boleh dan tidak boleh. Itu sudah jadi dasar untuk pelaksanaan PTM,” singkatnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Suryakancana Cianjur, Henny Nuraeni menuturkan, pihaknya melaksanakan secara hybrid yakni melalui secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring).

“Kita laksanakan secara hybrid, saat ini kita sudah membuat surat permohonan ke Rektor untuk mendapatkan izin dari Pemda Cianjur dan Satgas,” terangnya.

Secara jelas, mahasiswa yang mengikuti PTM terbatas hanya diisi atau berkapasitas 50 persen dengan sistem absen ganjil genap. Jika mahasiswa yang tidak mengikuti PTM terbatas, akan mengikuti secara daring dan materi akan direkam dan diunduh ke jejaring berbagi video atau lebih dikenal Youtube.

Lanjutnya, pihaknya sudah memiliki fasilitas prokes dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan, untuk pendeteksi suhu tubuh, pihak fakultas menggunakan kamera pemantau yang dapat terlihat di monitor.

“Nanti ganjil genapnya bisa melalui absen atau NPM. Tapi sepertinya dari absensi dibaginya. Bagi yang belum mendapatkan giliran PTM terbatas, melakukan secara daring yang kita unduh ke Youtube,” jelasnya.

“Pelaksanaan PTM di kami akan berlangsung pada 13 September 2021 mendatang yang tentunya fasilitas prokes sudah cukup lengkap,” tutupnya. (kim)