Target Vaksin Cianjur 24 Ribu Perhari

RADARCIANJUR.com – Vaksinasi di Kabupaten Cianjur belum terlalu terlihat peningkatannya. Pasalnya, hingga saat ini saja vaksinasi baru mencapai 22 persen dari target 1,9 juta vaksinasi yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Pergerakan yang belum cepat tersebut salah satu faktornya yakni ketersediaan stok vaksin yang dikirim oleh Pemerintah Pusat terbatas.

Angka persentase tersebut 14 persen atau di kisaran 175 ribu dosis pertama dan dosis kedua delapan persen atau di kisaran 130 ribu vaksinasi. Sehingga hal tersebut masih jauh dari harapan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal. Dirinya mengatakan, saat ini secara total lebih dari 400 ribu vaksinasi. “Masih jauh. Kita optimis, tapi tergantung vaksinnya lancar dan banyak, kemungkinan bisa. Namun perlu kerja keras di akhir, karena target dari pusat 31 Desember 2021, kalau bisa Pemerintah Pusat mendistribusikan atau mengalokasikan vaksin ke kabupaten kota agar bisa melakukan percepatan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, mengenai kurangnya vaksin sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat. Bahkan, Pemerintah Pusat bisa melihat secara online dan juga langsung ketersediaan stok di setiap daerah. “Saat ini, rencana akan ada 15 juta vaksin untuk Jawa Barat, tapi tidak sekaligus, bertahap,” tuturnya.

Yusman pun berharap, sebelum akhir tahun nanti, target vaksin bisa segera tercapai dan sesuai yang diharapkan. Selain itu, Kabupaten Cianjur bisa mendapatkan stok vaksin yang mencukupi.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irfan Nur Fauzy menambahkan, target Cianjur masih jauh. Bahkan untuk per hari saja baru mencapai di angka 2.000-3.000 atau 10 persen. “Kita masih jauh, bahkan untuk target harian saja belum terkejar. Dalam sehari kita hanya bisa mencapai 2.000-3.000-an vaksinasi,” terangnya.

Pihaknya mengaku untuk sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas sudah memadai untuk pelaksanaan vaksinasi. Namun hal tersebut kembali ke ketersediaan vaksin yang dikirim oleh Pemerintah Pusat.

Sehingga pihaknya belum bisa menentukan akhir target dari vaksinasi. Meskipun pihaknya optimis mencapai 100 persen.

“Kalau kita yakin 100 persen, tapi kita belum bisa memperkirakan akan mencapai berapa persennya,” jelasnya.

Upaya lain pun dilakukan seperti ketersediaan 200 vaksin di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Cianjur agar target vaksinasi di akhir tahun dapat tercapai.

“Kalau upaya kita, jika distribusi lancar, nantinya setiap puskesmas mempunyai 200 vaksin, belum vaksin di TNI-Polri dan pihak swasta, yang diharapkan tentu target bisa tercapai,” tutupnya. (kim)