Tempat Wisata di Cianjur Sudah Dibuka, Tapi…

Tempat Wisata di Sindangbarang

RADARCIANJUR.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kabupaten Cianjur menjadi angin segar bagi para pelaku wisata. Pasalnya, saat ini tempat wisata di Kabupaten Cianjur sudah bisa dibuka. Namun, masih dibatasi kapasitas pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat bagi pengunjung maupun pengelola wisata yang menyiapkan fasilitas prokes.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Ahmad Taufik Rahman mengatakan, salah satu aturannya adalah pengunjung sudah menerima vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. “Satu persyaratan yang harus diterapkan yakni wisatawan luar kota harus membawa bukti tes negatif rapid antigen dan sertifikat vaksinasi Covid-19 yang memang sedang dipakai di mana-mana. Pengunjung pun dibatasi 25 persen,” ujarnya

Selain itu prokes 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas tetap harus diutamakan dengan ketat. “Itu juga harus diperhatikan oleh pengelola karena saat pengunjung membludak dan dibiarkan kerumunan bisa terjadi,” jelasnya.

Destinasi wisata, harus menyiapkan sarana prasarana seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan disinfektan. Jika sarana prokes belum lengkap, destinasi wisata belum diizinkan untuk buka. “Kita imbau agar bisa mengadakan itu karena bagaimana pun tempat wisata itu tempat berkumpul banyak orang,” tuturnya.

Akan tetapi, pihaknya mengaku belum semua destinasi wisata memiliki alat protokol kesehatan yang lengkap. Namun, standar minimal masih terpenuhi. “Belum semua lengkap tapi minimal kita upayakan untuk memenuhi standar minimal. Kalau kita bandingkan sengan tempat wisata yang besar itu pasti kesulitan dalam hal anggaran. Tapi, standar minimal mereka sudah siap,” paparnya.

Di Kabupaten Cianjur, destinasi wisata mulai dari tingkat lokal sampai internasional ada sekitar 30 destinasi. Namun, hanya lima yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. “Kalau yang dikelola kabupaten itu hanya lima yaitu Pandanwangi, Gunung Padang, Hukoci, Cikundul dan Jangari. Sisanya ada yang dikelola desa ada swasta juga. Tapi tetap bagian dari kewenangan Disparpora untuk arahan,” ungkapnya.

Antisipasi untuk wisatawan luar Cianjur perlu disikapi dan dicermati. “Karena kalau wisata dibuka, pengunjung dari luar kota akan berdatangan dan kalau protokol kesehatan dilonggarkan dikhawatirkan akan ada klaster,” sambungnya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, dengan Cianjur berada di level 2 bisa menjadi angin segar bagi pelaku wisata dan membantu bangkitnya ekonomi daerah. “Tentunya jadi angin segara bagi ekonomi di bidang wisata khususnya, sehingga ekonomi daerah bisa terdorong dan sedikit demi sedikit meningkat,” singkatnya. (kim)