1.500 Pelaku Usaha di Cianjur Disuntik Vaksin

GILIRAN WISATA: 1.500 pelaku usaha menerima vaksin dosis pertama untuk persiapan pembukaan wisata. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur langsung bergegas melakukan persiapan menjelang pembukaan wisata di sejumlah wilayah. Persiapan tersebut dengan menggelar vaksinasi massal kepada 1.500 pelaku wisata yang terpusat di Taman Bunga Nusantara. Pada pelaksanaannya turut dipantau langsung oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut semakin menguatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. Sehingga, selain pengunjung yang sudah divaksin untuk berlibur, pelaku wisata pun bisa turut terlindungi dan wisata berjalan lancar.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pelaksanaan vaksinasi terhadap pelaku wisata tersebut sesuai arahan dari Pemerintah Pusat. Animo untuk melakukan vaksinasi cukup tinggi, terlihat dari peserta yang datang mencapai 1.500 orang.

“Alhamdulillah animonya sangat tinggi, yang ditargetkan 1.000 tapi datang sampai 1.500 orang,” ujarnya.

Lanjutnya, dari pemantauan beberapa tempat wisata, pihaknya melihat sudah cukup memenuhi standar fasilitas protokol kesehatan (prokes) seperti tempat mencuci tangan yang disediakan di berbagai titik dan alat pengukur suhu tubuh.

Selain itu, pengunjung atau wisatawan diwajibkan sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama. Jika belum melaksanakan vaksinasi, pengunjung wajib menunjukan hasil rapid antigen 1×24 jam.

“Sudah cukup lengkap, tinggal nanti pengawasan terhadap pengunjung yang datang. Minimal harus divaksin dosis pertama, jika belum wajib menunjukan hasil rapid antigen 1×24 jam,” tuturnya.

Sementara itu, Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menambahkan, pelaksanaan vaksinasi ini memang dilakukan sesuai dengan program yang sudah direncakan.

“Ini memang sudah kita rencanakan sebelumnya, karena melihat Cianjur sudah berada di level 2, sehingga perlu memberikan fasilitas vaksinasi kepada pelaku usaha di sektor wisata agar nantinya berjalan dengan baik,” tambahnya. (kim)