Mentan RI Targetkan Cetak 2,5 Juta Petani Milenial

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo saat diwawancarai di Balithi Pacet. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur dalam rangka untuk meninjau perkembangan petani milenial yang sudah berjalan. Menurut Mentan, Cianjur memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan potensi petani milenial. Pasalnya, Kota Santri ini mendukung dari berbagai sektor seperti lahannya yang masih subur.

Pihaknya pun mentargetkan, secara Nasional akan menghadirkan 2,5 juta petani milenial untuk menghidupkan produk lokal asli dalam negeri yang didorong dengan hadirnya petani milenial.

“Dukungan tidak hanya diberikan dari segi fasilitas saja, tapi di era digital ini bisa dimanfaatkan. Di Cianjur ini tidak hanya berakselerasi dengan varietas yang baru, tapi turut bisa melakukan mengemas dengan baik,” ujarnya.

Lanjutnya, bahkan petani milenial sudah memiliki pangsa pasar tersendiri untuk menjual produk yang dihasilkan dengan terhubung melalui dunia maya atau digital yang sudah ada.

Selain itu, pasar lokal secara bertahap bisa menembus ke berbagai jaringan. Meskipun, menurutnya hal tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan, akan tetapi dirinya yakin secara perlahan bisa terwujud.

“Kita berharap, petani milenial bisa lebih besar. Tapi usaha berbagai pihak seperti pemerintah daerah, provinsi hingga pusat saling bahu membahu mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin menambahkan, program pertanian sudah ada di dalam program pemerintahan yang kini sudah ada yakni Petani Manjur yang bukan hanya petani milenial.

“Kita sudah ada Petani Manjur, meskipun ada perbedaan sedikit. Saat masyarakat yang memiliki lahan untuk bertani tapi tidak memiliki modal, akan kita berikan modal ataupun sebaliknya,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sudah terdapat 8.000 pendaftar untuk menjadi Petani Manjur dan akan dilakukan proses seleksi oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Cianjur. (kim)