Pemakaman Remaja Korban Kekerasan Geng Motor, Tangisan Keluarga Pecah

DUKA MENDALAM: Kerabat hingga keluarga melepas kepergian Saeful (22) yang mengalami luka parah pada bagian perut setelah mendapatkan serangan dengan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng motor. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Tangisan keluarga meledak saat melepas kepergian Saeful (22) warga Kampung Mekarjati, Desa Jati Kecamatan Bojongpicung yang tewas di tangan geng motor saat tengah berjaga di lingkungan sekitar rumahnya.

Keluarga korban masih menunggu proses autopsi jenazah yang dilakukan tim Forensik Polda Jabar dibantu Instalasi Pemulasaraan dan Kedokteran Forensik RSUD Sayang, Cianjur, Jumat (10/9).

Ebo Suparman (47) kakak kandung korban mengatakan, jenazah korban menjalani autopsi di RSUD Sayang, Cianjur. Awalnya, proses autopsi terhadap jenazah adik bungsunya itu akan dilakukan, Kamis (9/9) kemarin.

“Awalnya dilakukan kemarin (Kamis), tapi tidak tahu alasan pastinya dari pihak kepolisian dan rumah sakit sehingga proses autopsi jenazah adik bungsu saya dilakukan hari ini,” ujarnya.

Ebo mengungkapkan, pihak keluarga sudah menyiapkan liang lahat untuk pemakaman jasad korban yang tidak jauh dari kediamannya.

“Liang lahat sudah dipersiapkan dari kemarin, di pemakaman tidak jauh dari rumah,” ungkapnya.

Lanjutnya, keluarga korban masih mendapatkan teror dari terduga pelaku penyerangan yang mengakibatkan adiknya tewas itu.

“Saat saya pulang dari rumah sakit usai mengurus korban, saya diuntit oleh sepeda motor yang berboncengan tiga. Mereka sempat melempar saya dengan batu, beruntung hanya mengenai helm sehingga tidak luka,” paparnya.

Dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku yang telah menghilangkan nyawa saudaranya dan menebar teror terhadap keluarga korban.

“Mohon pelaku segera ditangkap, agar tidak menebar teror dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Agar dihukum setimpal dengan perbuatannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakapolres Cianjur, Kompol Ali Rais mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai kasus tersebut. Bahkan, guna menjamin keamanan masyarakat, Polres Cianjur sudah membentuk tim khusus yakni Tim Maung Cianjur (TMC).

“Masih proses lidik, doakan semoga cepat terungkap dan pelaku segera mungkin ditangkap,” tegasnya. (kim)