Sudah Buka, Tapi Wisatawan Belum Terlihat

Pintu masuk utama ke tempat eduwisata Kebun Raya Cibodas terpantau masih sepi pengunjung di awal bukanya kembali sejak PPKM. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Semenjak Kabupaten Cianjur ditetapkan berada di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah Pusat, para pelaku usaha wisata mulai perlahan membuka ‘gerbang’ ekonominya.

Akan tetapi, meski sudah dibuka, geliat atau antusias masyarakat belum terlihat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Ahmad Taufik Rahman.

Dirinya menuturkan, selama PPKM Level 2 mulai diberlakukan di Kota Santri, antusiasme masyarakat untuk berwisata masih belum terlihat.

“Kalau saya lihat kelihatannya belum terlalu antusias, karena saat ini sekolah sudah mulai tatap muka. Mungkin itu barangkali pertimbangan kunjungan masyarakat ke tempat wisata. Jadi kunjungan saat ini tidak terlalu membludak,” ujarnya.

Pihaknya pun membuat sejumlah rencana agar masyarakat baik tingkat kabupaten hingga nasional mau berwisata di Cianjur. Minimal, masyarakat mengetahui ada destinasi wisata apa saja yang ada di Cianjur.

“Strateginya sementara ini disamping melalui media sosial dan lainnya, kita coba bekerja sama dengan kabupaten setempat,” paparnya.

Lanjutnya, pihaknya berupaya bekerja sama dengan Kabupaten Bandung Barat untuk membuat satu paket wisata dengan transportasi kereta api. Paket wisata itu akan membawa pengunjung menjelajahi sejumlah destinasi di Cianjur seperti Gunung Padang dan Curug Cikondang.

“Kemudian kita bikin poster di transportasi umum, agar masyarakat bisa mengetahui informasi seputar tempat wisata, kita bikin penasaran hingga mereka menggali dan mau berkunjung. Kalau kita manfaatkan strategi biasa, masyarakat tidak terlalu merespon,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Disparpora tidak terlalu menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tempat wisata. Disparpora Cianjur kini mencoba fokus dalam meningkatkan pelayanan di tempat wisata.

“Saat ini fluktuatif dengan kondisi seperti ini sehingga tidak berharap terlalu banyak, kalau kondisi normal PAD bisa dapat sekitar Rp5 miliar. Tapi, di masa pemulihan ini yang sulit, tapi dari yang saya lihat PAD itu ada di konsep pelayanan kita, seperti memberikan pelayanan di dalam destinasi sehingga PAD bisa mengikuti,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Cianjur H Herman Suherman meninjau langsung destinasi wisata Taman Bunga Nusantara pada Kamis (9/9). Dirinya menegaskan, hal yang paling utama dalam membuka tempat wisata adalah protokol kesehatan.

“Saya lihat seperti di sini ada cuci tangan, parkir mobil jaga jarak, semua yang masuk diperiska dulu di wisata lain harus seerti ini, saya sampaikan yang masuk wisata harus vaksin dulu, kalau belum vaksin harus test PCR yang berlaku 1×24 jam sebelum berwisata,” tutupnya. (kim)