Pantau Kondisi Kesiapan Sekolah di Masa PPKM

MONITORING: Pemerintah Desa Munjul tengah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas.

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur yang berstatus PPKM level 2 diumumkan Bupati Cianjur beberapa waktu lalu.

Terkait gelaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di berbagai jenjang sekolah dan pemberian izin secara bertahap seusai surat edaran yang dikeluarkan pada 7 September 2021 Nomor: 443.1 / 6280 / KESRA tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dalam penanganan Corona Virus Deseas 2019 (COVID-19) di Kabupaten Cianjur.

Untuk memantau kondisi kesiapan sekolah jenjang TK/PAUD SD dan SMP dalam menyelenggarakan PTM terbatas pemerintah Desa Munjul Kecamatan Cilaku melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas dengan menyambangi beberapa lembaga satuan pendidikan.

Salah satunya TK Al Uswatun Hasanah Kampung Golebag dan RA Nurul Ikhwan di Kampung Genteng. Pemdes Munjul beserta Satgas Covid-19 setempat meninjau langsung ketersediaan sarana prasarana serta berbagai instrumen pendukung PTM terbatas.

Kepala Desa Munjul, Yoyo Kuswoyo menuturkan, dari sisi kelengkapan sarana sanitasi TK Al Uswattun Hasanah telah menyiapkan tempat mencuci tangan yang tersebar di seluruh penjuru lingkungan TK.

Selain itu, pihak sekolah juga memiliki toilet bersih serta tata kelola penerapan aturan prokes ketat berjalan baik. Selain itu, pihak sekolah juga telah menyiapkan peralatan pendukung lain seperti Thermogun dan persediaan masker cadangan, dan juga sudah mempersiapkan skema khusus untuk jadwal pembelajaran PTM terbatas.

“Kami telah melihat langsung sarpras yang di kelola manajemen pendidik di TK Al Uswatun Hasanah, juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan pelayanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Cilaku,” katanya.

Menurut hasil yang diterima Pemdes Munjul seluruh guru dan tenaga kependidikan telah menerima vaksinasi untuk dosis pertama dan kedua. Juga Satgas COVID-19 internal lembaga pendidikan telah dibentuk beranggotakan guru dan tenaga kependidikan.

Selain itu, pendataan kondisi medis peserta didik dan orang tua wali dan riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi COVID-19 pun terus dilakukan secara berkala.

“Awal September 2021 kemarin, kami sudah update angket pendataan tersebut melalui wali kelas. Pada pendataan tersebut kami mendata salah satunya adalah mengenai siapa saja tenaga pendidik yang belum vaksin. Maka dari itu, kami pihak pemdes Munjul bersoialisasi untuk segera melakukan vaksinasi,” jelas Yoyo.

Yoyo memaparkan, pihaknya juga memantau RA Nurul Ikhwan telah melakukan sejumlah persiapan jelang pelaksanaan PTM terbatas.

Persiapan dari setiap lembaga antara lain tersedianya alat pendukung seperti thermogun, tempat cuci tangan di depan setiap ruang kelas, masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan berikut alat semprot.

“Kami sudah menyiapkan video simulasi pelaksanaan PTM sesuai anjuran yang berlaku. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan pihak lembaga pendidikan agar senantiasa mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan, mengganti baju, dan mandi sepulang sekolah,” paparnya.

Dari kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, dapat terlihat bahwa kedua lembaga pendidikan tersebut telah berupaya memenuhi sebagian besar daftar periksa dan melaksanakan tanggung jawab satuan pendidikan, sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang diterbitkan oleh Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Namun demikian, untuk memastikan penyelenggaraan PTM terbatas dapat berjalan baik dan aman diperlukan sosialisasi, arahan, pendampingan, dan supervisi lebih lanjut dari dinas pendidikan kabupaten.

“Seluruh satuan pendidikan khususnya jenjang TK dan RA juga di jenjang SD SMP lain diharapkan melakukan persiapan sebaik-baiknya jelang pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan, serta berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu,” pungkasnya.(hry)