Kejar Zona Hijau, Cipanas Targetkan 1600 Warga Dirapid Antigen

Salah seorang petugas tes Covid-19 rapid antigen dari Puskesmas Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Cipanas menargetkan, ribuan warga di wilayah kota pariwisata ini bisa melakukan rapid test antigen, agar Kabupaten Cianjur bisa segera masuk daerah zona hijau sebaran virus Corona atau level 1 PPKM.

“Jadi untuk target keseluruhan khususnya di wilayah kerja puskesmas Cipanas itu sebanyak 1600 alat tes rapid yang disebar ke sejumlah titik di wilayah Kecamatan Cipanas. Demi mengejar masuk zona hijau atau kondisi aman sebaran Covid-19,” kata Dewi kepada radarcianjur.com, Senin (13/9/2021).

Secara teknis, Dewi menyebut, pelaksanaan rapid antigen ini dilakukan dengan sasaran masyarakat yang akan melakukan vaksinasi Covid-19. Baik itu seperti saat ini di pasar Cipanas, maupun di tempat-tempat yang akan dijadikan vaksin massal.

“Jadi setiap akan disuntik vaksin, warga tersebut harus juga menjalani rapid antigen terlebih dahulu oleh tim medis yang ada,” ujarnya.

Termasuk, lanjutnya, para tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi vaksinator pun diwajibkan untuk menjalani tes Covid terlebih dulu. “Jadi kalau nanti pada saat tes Covid ada yang terkonfirmasi positif, maka akan dilakukan isolasi mandiri. Termasuk warga yang mengikuti rapid test pun sama, ketika mereka positif Covid-19, harus menjalani isoman,” terangnya.

Camat Cipanas, Latip Ridwan mengatakan, tracing atau pengecekan awal dalam pencegahan penularan Covid-19 ini merupakan bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah kabupaten bersama pemerintah kecamatan, juga tim gugus tugas kecamatan salah satunya puskesmas di wilayah tersebut termasuk pemerintah desa.

“Jadi kami ditugaskan oleh Pak Bupati untuk melakukan pendataan tracing melalui forkopimcam dan para kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Cipanas ini kepada masyarakat. Sehingga warga yang akan menjalani suntik vaksin, harus dirapid antigen terlebih dulu,” paparnya.

Ia mengatakan, untuk pelaksanaan tracing atau rapid antigen ini dilakukan secara random kepada masyarakat yang akan menjalani vaksinasi covid 19 atau tidak.

Namun begitu, pihaknya berharap kedepannya setiap warga akan melakukan vaksinasi, maka diwajibkan untuk menjalani rapid antigen.

“Jadi kami sarankan kepada para Kades, jika ada masyarakat yang akan disuntik vaksin itu wajib menjalani rapid antigen terlebih dahulu. Kalau tidak mau, ya jangan dulu divaksin,” kata Latip. (dan)