Sekolah di Cianjur Siap Laksanakan PTMT

CEGAH COVID-19 : Sejumlah siswa dicek suhu tubuh saat akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas.

RADARCIANJUR.com – PPKM Level 2 Kabupaten Cianjur dijadikan dasar dan rujukan untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di setiap satuan pendidikan.

Hal itu dilakukan sesuai arahan dan paparan yang dikemukakan Bupati Cianjur, Herman Suherman pada acara pembinaan percepatan penanggulangan Covid-19 di Sekolah, yang bertempat di lapang SMP Negeri 1 Cianjur.

Herman mengatakan, sejumlah sekolah telah bersiap menggelar PTM secara terbatas akan tetapi, Bupati tetap mengingatkan terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat selama proses pembelajaran berlangsung.

“Setiap satuan pendidikan harus meperhatikan infrastrukturnya, seperti mengatur jarak siswa, sesi pembelajaran jam keluar masuk siswa minimal ada interval 15 menit. Selain itu, petugas internal sekolah memantau warga sekolah supaya jangan ada berkerumun-kerumun,” kata Herman usai memberi pengarahan kepada para guru dan Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Cianjur.

Ia memaparkan, jika setiap satuan pendidikan prokes dijalankan secara ketat dan menjalankan seluruh instrumen yang ada, Bupati optimistis PTM Terbatas tidak akan memicu klaster penyebaran Covid-19 sebagaimana yang dikhawatirkan sejumah pihak pada dunia pendidikan.

“Kalau untuk vaksinsasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK)  Alhamdulilah sudah semua divaksin. Saat ini yang melaksanakan vaksinasi peserta didik sedang berjalan, bahkan hari ini (kemarin.red) ada pelaksanaan vaksinasi pelajar secara umum berpusat di Gedung Generasi Muda (GGM) Kabupaten Cianjur,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Himam Haris menuturkan, untuk persentase pengajuan PTM terbatas hampir semua satuan pendidikan telah mengajukan permohonan.

Akan tetapi masih ada sejumlah sekolah yang belum siap menggelar PTM terbatas karena terganjal infrastruktur dan izin dari orangtua siswa serta hasil monitoring dan verifikasi.

“Secara keseluruhan sekolah sudah siap melaksanakan PTM Terbatas, tetapi kita lihat data dan hasil persetujuan orangtua siswa dan monitoring juga evaluasi satgas Covid-19 di masing-masing satuan pendidikan. Kebanyakan sekolah sudah mengantongi rekomendasi dari pihak satgas, ya paling tinggal beberapa persen lagi yang belum keluar izinnya,” tuturnya.

Terkait kegiatan belajar mengajar di kelas sesuai surat edaran Bapak Bupati yang dikeluarkan pada 7 September 2021Nomor: 443.1/6280/KESRA tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat  (PPKM) Level 2 dalam penanganan Corona Virus Deseas 2019 (COVID-19) di Kabupaten Cianjur, Himam mengingatkan pihak sekolah perihal aturan jumlah kapasitas siswa maksimal 50 persen.

“Setiap siswa di kelas tidak boleh lebih dari 15 orang ya. Selain itu, pelajarannya juga diatur, wajib dibagi sesi dan ada intervalnya termasuk jam masuk dan pulangnya dijeda. Aturan-aturan ini sudah tersampaikan ke guru dan pihak sekolah, semoga bisa berjalan sesuai harapan sesuai instruksi pemerintah pusat,  kementerian Kesehatan, pendidikan dan sosial juga merujuk pada kebijakan pemerintah daerah,” pungkasnya. (hry)