Polisi Masih Dalami Ciri-ciri Pelaku Pembacokan di Bojongpicung

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jajaran kepolisian resor (Polres) Cianjur tengah mendalami ciri-ciri pelaku pembacokan pekan lalu yang dialami oleh dua pemuda warga Kampung Mekarjaya Desa Jati Kecamatan Bojongpicung. Bahkan polisi kini masih berusaha agar kasus tersebut segera terungkap.

“Kami masih menyelidiki kasus itu termasuk juga tengah mendalami ciri-ciri para pelaku yang melakukan tindak kriminalitas di Bojongpicung tersebut,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan saat ditemui di Pacet, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, dari keterangan para saksi, kepolisian sudah mengidentifikasi ciri-ciri terduga pelaku pembacokan itu. Meskipun pihaknya masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku tersebut.

“Dari hasil keterangan para saksi memang sudah terindikasi dan ini tentu masih perlu pendalaman. Meskipun ciri-ciri dari pelakunya juga sudah teridentifikasi,” kata Kapolres.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga tentu harus memperkuat dan mendalami dengan bukti-bukti lain. Sehingga kasus ini dapat segera terungkap

“Kami mohon doanya semoga kasus ini bisa segera terungkap,” ujarnya.

Sebelumnya, dua pemuda mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh akibat benda tajam setelah dianiaya kelompok bermotor di Kampung Mekarjaya, Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung.

Korban yang bernama Saeful (22) dan Juliana (21) mengalami kejadian tersebut saat keduanya sedang jaga malam di lingkungan rumahnya. Tiba-tiba keduanya mendengar ada keributan di luar dan kedua korban memutuskan untuk melihat untuk memastikan situasi lingkungannya.

Namun, ketika keduanya menuju lokasi, datang satu orang terduga pelaku yang membawa senjata tajam jenis clurit dan langsung menyerang kedua korban dengan membabi-buta.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah pada sejumlah bagian tubuhnya dan harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Sayang Cianjur.

Bahkan, setelah beberapa waktu mendapati perawatan intensif, Saeful (22) menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 2.00 WIB di RSUD Sayang, Cianjur.

Korban mengalami pendarahan hebat dan luka cukup parah pada bagian perut, sehingga membuat usus terburai. (dan)