Tinjau PTM, Bupati Cianjur Temukan Siswa SD Tidak Bisa Membaca

Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com- Dampak dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, sangat terasa. Hal tersebut terjadi di salah satu sekolah dasar di Jalan Siliwangi yang didapati sejumlah siswa yang lupa dan tidak bisa membaca.

Bupati Cianjur, Herman Suherman menyebutkan, kasus siswa lupa cara membaca bukan yang kali pertama ditemui selama melakukan peninjauan kegiatan PTM di masa PPKM level 2 ini.

“Padahal sudah kelas 4 ini yah, di sekolah kota lagi. Kalau di sekolah kota persentasenya sedikit, tapi di pelosok banyak. Faktor utamanya lebih ke kondisi ekonomi orang tua siswa,” ujarnya.

Lanjutnya, akibat kondisi ekonomi orang tua, banyak siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran sistem daring karena tidak memiliki gawai atau sulit mengakses internet

“Belum lagi perhatian dari orang tua yang kurang terhadap proses pembelajaran anaknya di rumah, sehingga kita temukan ada siswa yang sudah kelas 4 dan 5 lupa cara membaca,” ungkapnya.

Pihaknya meminta sekolah untuk memberikan percepatan pembelajaran kepada siswa yang mengalami penurunan kualitas tersebut.

“Kalau untuk tingkatan SMP ke atas, bagus yah, malah dengan sistem pembelajaran daring mereka lebih kreatif dan jadi pintar IT. Namun, yang dari SD ke bawah memang agak mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Himam Haris mengaku telah menginstruksikan seluruh sekolah yang terindikasi ada siswa yang kualitas pembelajarannya turun, agar memberikan pendekatan khusus.

“Misal siswa sudah kelas 4, namun kondisi pengetahuan dan akademisnya di level (kelas, red) 2, berarti harus ada dorongan, diberikan waktu tambahan belajar oleh gurunya,” terangnya.

Meskipun begitu, kasus sejumlah siswa yang belum bisa membaca. Namun, menurutnya kondisi ini tak hanya terjadi di Cianjur.

“Karena menurut penelitian litbang gradenya turun ya kita (di Indonesia, red),” tutupnya. (kim)