Dinkes Cianjur Siapkan 10 Ribu Alat Antigen untuk CPNS dan P3K

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Para peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) saat ini harus melengkapi persyaratan tambahan untuk tahap seleksi. Persyaratan tersebut yakni hasil rapid antigen.

Di Kabupaten Cianjur, setiap peserta CPNS tidak harus khawatir, pasalnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur sudah menyediakan rapid antigen secara gratis di setiap instansi.

Hal itu diungkapkan Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal. Ia menjelaskan, seluruh peserta CPNS dan P3K di setiap intansi bisa melaksanakan swab test antigen.

“Bisa, tapi yang udah ada permintaan baru yang P3K guru sama yang BKPPD kalau gak salah,” ujarnya.

Yusman menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur dalam pelaksanaan swab test antigen untuk peserta P3K yang memang merupakan tenaga pendidik.

“Jadi setelah mendapat kartu seleksi tiap masing-masing memeriksakan ke puskesmas sesuai domisili masing-masing, di puskesmas akan swab antigen, dan itu akan dipakai ujian seleksi sebagai prayasarat ujian P3K,” ungkapnya.

Lanjutnya, tes tersebut adalah suatu kewajiban dalam pelaksanaan tes CPNS dan P3K. Bahkan, ia menegaskan bahwa tes tersebut gratis.

“Semuanya mulai dari antigen, kemudian surat keterangannya semuanya gratis,” jelasnya.

Selain itu, data para peserta CPNS dan P3K yang melaksanakan swab test antigen belum masuk. Akan tetapi ia memperkirakan bisa sampai ribuan orang.

“Datanya belum masuk tapi total diperkirakan ribuan yang akan mengikuti seleksi karena seleksinya juga dijadwalkannya selama enam hari,” terangnya.

Untuk menunjang hal tersebut, Dinkes Cianjur menyiapkan sebanyak 10 ribu alat swab test antigen. Sehingga bisa mentutupi jumlah peserta CPNS dan P3K di Cianjur.

“Harapannya sih semua peserta yang mengadakan ujian yang berkumpul di satu tempat memang harus mengikuti swab antigen sebagai syarat mengikuti seleksi,” tutupnya. (kim)