Ungkap Kasus TPPU Penjualan Obat Aborsi, Polri Sita Uang Rp 531 Miliar KASUISTIKA

Radarcianjur.com -Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Uang senilai Rp 531 miliar berhasil disita dari hasil penjualan obat ilegal.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan, dalam kasus ini petugas menangkap 1 tersangka Dianus Pionam alias DP, 55. Dia diduga telah mengedarkan 32 macam obat ilegal, salah satunya untuk praktik aborsi.

“Di antara 31 obat-obatan tadi, satu jenis obat yang sangat dilarang, sudah tidak boleh beredar di Indonesia namanya Cytotec, ini obat untuk aborsi,” kata Helmy kepada wartawan, Jumat (17/9).

Hasil penyidikan awal, Dianus sudah melakukan praktik ilegal ini sejak 2011 silam. Seluruh obat-obatan yang dipasarkan pelaku tidak memiliki izin edar.

“Artinya kami tidak masuk pada persoalan apakah ini palsu atau tidak, tapi caranya (yang melanggar),” jelas Helmy.

Selain uang tunai, Polri juga turut menyita aset milik Dianus. Di antaranya, rumah mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), apartemen, hingga mobil sport.

“Tidak menutup kemungkinan aset-aset yang lain karena masih berkembang terus,” pungkas Helmy.(jpc)