Cianjur-Bogor Jalin Kerjasama Ganjil Genap dan Pembangunan Puncak II

Pertemuan Bupati Cianjur dan Bupati Bogor. Foto : Dokumen Humas Pemkab Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap (Gage) dan pembangunan jalur puncak II melibatkan dua wilayah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor sebagai dua wilayah yang berbatasan langsung.

Hal tersebut menginisiasi kedua belah Pemkab Cianjur dan Bogor untuk saling berkolaborasi dan bekerjasama mensukseskan program tersebut.

Bertempat di Meilbra Garden, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor bertajuk Coffee Morning Forkopimda Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur dua pimpinan masing-masing daerah ini menyepakati kerjasama untuk saling mendukung Pemberlakuan Ganjil Genap

Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengatakan, Pemkab Cianjur sangat setuju dengan kebijakan ganjil genap karena merupakan salah satu upaya dan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan

“Kami sangat betul- betul merasakan keadaan ini, kalau dulu sebagai contoh Cipanas merupakan daerah dolar namun keadaan sekarang kebalikannya, karena salah satu alasannya menuju Cipanas di jalur puncak I nya macet dan ini sekarang bukan hanya di hari hari libur saja akan tetapi setiap hari,”katanya.

BACA JUGA : Pembangunan Jalur Puncak II Diklaim Sudah 30 Persen

Selain itu Herman menyampaikan realisasi jalur puncak 2 tengah dilakukan pembangunan cor beton namun hanya jalan existing dengan lebar 5 meter dan panjang hampir 7 kilo meter dengan harapan Bulan Desember Tahun 2021 dapat selesai.

“Kami kabupaten Cianjur mendukung sepenuhnya untuk pembangunan jalur puncak II ini agar segera direalisasikan”tuturnya

Sementara itu Bupati Kabupaten Bogor Hj. Ade Yasin menyampaikan bahwa pertemuan bupati bogor dan bupati Cianjur yang melibatkan unsur Forkopimda dan juga jajaran pemerintahan terkait di masing – masing kabupaten tiada lain untuk mendukung rencana pemerintah pusat untuk pemberlakuan ganjil genap.

“Dan karena kita sudah 36 tahun melaksanakan one way (saru arah:red) mudah-mudahan dengan ganjil genap akan ada perubahan perbaikan”ungkap Ade Yasin.

Ade menjelaskan, saat ini dilihat dari realita di lapangan meski di berlakukan sistem Ganjil Genap namun kamacetan masih tetap ada sehingga Pemkab Bogor selalu mendorong dengan solusi-solusi yang telah di kaji lebih mendalam.

“Selalu mendorong bahwa solusi untuk kemacetan puncak 1 adalah Puncak 2 karena jika hal ini terus menerus di biarkan, maka ada potensi yang hilang yakni potensi ekonomi yang erat kaitannya dengan wisata,”terangnya.

Menurutnya, manfaat dari adanya jalur puncak 2 tidak hanya di rasakan oleh Pemkab Bogor dan Cianjur saja, namun akan dirasakan juga oleh wilayah lain di Jawa Barat bahkan Ibukota sekalipun.

“Kenapa kami ingin terus mendorong jalur puncak II ini karena manfaatnya juga akan bisa dirasakan oleh wilayah-wilayah lainnya seperti karawang, bekasi, dan untuk tiga Provinsi jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta”paparnya.

Ia memperkirakan anggaran jalur puncak II itu akan membutuhkan anggaran infrastruktur dari pusat dengan nominal 5 trilyun termasuk anggaran bagi jembatan wisata di beberapa sungai di Kabupaten Bogor dam Cianjur.

“Karena acara ini juga hadir dari kementerian perhubungan maka diharapkan hal ini juga akan sampai kepada kepala Negara. Karena hanya pembangunan jalur puncak 2 dinilai solusi terbaik untuk mengurai kemacetan puncak I yang sudah puluhan tahun itu dirasakan dan belum terpecahkan,”pungkasnya (byu)