Ganjil Genap Cianjur Akan Berlanjut Selama Akhir Pekan

Polres Cianjur tengah mengawasi pemberlakuan Gage di Kawasan Puncak Cianjur.

RADARCIANJUR.com– Penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang akan memasuki Kabupaten Cianjur dan bahkan yang akan menikmati liburan ke wilayah Cipanas nampaknya akan berkesinambungan.

Pemberlakuan ganjil genap bertempat di Pos Traffic Manajemen Center (TMC) Bundaran Lampu Gentur sebagai salah satu tempat cek poin.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Mangku Anom mengaku tidak ada aturan baru dalam penerapan ganjil genap yang diberlakukan setiap akhir pekan itu.

“Petugas gabungan dari Satlantas dibantu personil Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP Kabupaten Cianjur akan melakukan penyekatan atau pemeriksaan identitas pengendara yang akan mengarah kawasan wisata Puncak, Cipanas,” ujarnya.

Anom memaparkan, kebijakan pembatasan kendaraan itu akan dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

BACA JUGA : Cianjur-Bogor Jalin Kerjasama Ganjil Genap dan Pembangunan Puncak II

“Sampai saat ini belum ada kebijakan sanksi bagi para pelanggar. Kita masih maksimalkan sosialisasi. Mungkin, akan dilakukan bertahap, dan kemungkinan untuk sanksinya berupa tilang,” terangnya.

Selain penerapan aturan ganjil genap, upaya menekan mobilitas masyarakat di kawasan wisata Puncak Cianjur juga dilakukan operasi yustisi yang dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

“Karena sejumlah objek wisata sudah mulai kembali beroperasi secara terbatas, operasi yustisi oleh satgas tetap dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, diketahui Pemerintah RI resmi memberlakukan aturan pembatasan mobilitas masyarakat melalui skema ganjil genap di kawasan wisata dengan wilayah berstatus PPKM level 3 dan 2.

Aturan baru tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021. Ketentuan ini dihadirkan sebagai pengganti kebijakan yang berlaku untuk PPKM Jawa Bali pada 7-13 September 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, langkah terkait diberlakukan untuk menekan potensi terjadinya kermunan sehingga penyebaran Covid-19 semakin terkendali. (kim)