Longsor Terjang Desa Mekarmulya, Dua Rumah Rusak Satu Orang Tertimpa

Sejumlah warga dan relawan tengah meninjau dan mengevakuasi terjadinya longsor di Kampung Pasir Ipis, Mekarmulya. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur. Kali ini terjadi di Kampung Pasir Ipis RT 03 RW 03, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon, Minggu (19/9/2021).

Menurut informasi yang diterima radarcianjur.com Senin (20/9) pagi, bencana alam itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wib. Bermula adanya hujan deras di wilayah Cikalongkulon sejak pukul 18.00 WIB. Hingga akhirnya, salah satu daerah di lingkungan pemukiman warga Kampung Pasir Ipis ambrol, hingga menimpa dua rumah warga setempat.

“Setelah kami lakukan assessment ke lokasi, ternyata ada dua rumah warga yang diterjang material longsor, termasuk ada satu orang warga setempat yang tertimpa material longsoran,” ujar Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur, Dani Darohmat kepada radarcianjur.com saat dihubungi.

Menurutnya, tanah yang longsor adalah tanah dari halaman rumah yang telah dijadikan Tembok Penahan Tanah atau TPT. Diduga volume air hujan dalam TPT tersebut roboh dan menimpa rumah warga yang ada di bawahnya.

BACA JUGA : Longsor di Cugenang, Sebagian Bangunan UPZ Cugenang Jebol

“Tinggi TPT kurang lebih 5 meter, dengan panjang longsoran kurang lebih 8 meter, dan ketebalan material longsoran sekitar dua meter,” terangnya.

Pasca kejadian tersebut, masyarakat dan para relawan serta unsur terkait lainnya gotong royong mengevakuasi longsoran itu. Termasuk membantu seorang warga yang sempat tertimpa, hingga akhirnya bisa diselamatkan dan dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

“Untuk korban meninggal nihil kang, satu orang yang tertimpa mengalami luka serius dan pada waktu itu pula warga tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit, atas nama bapak Amyo berusia sekitar 52 tahun,” paparnya.

Kini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Aparat Desa dan kecamatan serta Retana setempat. Kemudian melakukan evakuasi warga yang terdampak untuk diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.

“Kami telah memasang batas daerah bahaya atau police line. Termasuk penaganan untuk membereskan rumah warga yang tertimpa longsoran dengan Retana, aparat Desa dan Kecamatan, serta para unsur lainnya guna memantau daerah sekitar lokasi kejadian longsor, yang dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan, pihaknya bersama Dinas Sosial kabupaten Cianjur dan para relawan lain masih berjaga di lokasi dan telah memberikan bantuan tanggap darurat berupa sembako, khususnya bagi masyarakat yang terdampak longsor tersebut. (dan)