MUI Sesalkan Selebgram Asal Cianjur Pertontonkan Konten Vulgar di Bali

Selebgram RR (tengah) saat rilis kasus di Maplresta Denpasar, Senin (20/9) (Andre Sulla)

RADARCIANJUR.com -Sosok Rani R alias Selebgram RR alias Kuda Poni alias Bintang Live kini jadi perbincangan dijagat maya. Selebgram cantik pengumbar aurat yang kini sudah ditangkap Polresta Denpasar, Bali ini ternyata berasal dari Cianjur, Jawa Barat.

Setelah resmi ditetapkan tersangka dan ditahan, ternyata selebgram dengan ribuan follower ini bukan bukan hanya mantan pemandu lagu alias purel atau lady escort (LC) di sebuah tempat karaoke di Bali. Tapi status perempuan muda ini juga doyan pamer aurat vulgar secara live di sebuah aplikasi berbayar.

Mengetahui jika yang melakukan konten vulgar asal Cianjur kontan saja sejumlah pihak ikut mengomentarinya. Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku menyesalkan kejadian tersebut. Ulah warga asal Cianjur itu dinilianya tidak sesuai dengan budaya Kota Santri. “Itu tidak sesuai dengan norma dan budaya Cianjur yang agamis. Memalukan itu,” kata bupati, Selasa (21/9).

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur KH Abdul Rauf. Pihaknya menyesalkan adanya warga Cianjur yang buat konten tidak senonoh untuk dipertontonkan di medsos.

“Kami sangat menyesalkan ada warga Cianjur yang melakukan seperti itu. Dan saya tidak tahu apakah dia orang Islam atau bukan, tapi kalau dalam pandangan Islam mempertontonkan aurat itu jelas haram hukumnya,” kata Rauf.

Menurutnya, bagaimana pun semua orang harus melaksanakan kebaikan dan menghindari keburukan. Maka perilaku yang melanggar syariat Islam sebagai muslimah harus dihindari.

“Sebagai warga negara juga sama, yaitu harus menghindari hal yang melawan hukum. Dari sisi agama jelas itu dosa, kemudian ada konsekuensi hukum sebagai warga negara itu juga sesuai undang-undang yang berlaku,” ungkap dia.

Pihaknya mengimbau agar kejadian itu tidak terulang kembali di lingkungan masyarakat Cianjur. Ia meminta kepada masyarakat khususnya perempuan, untuk menjaga kehormatannya.

“Kepada masyarakat khususnya perempuan harus benar-benar menjaga kehormatannya. Karena mempertontonkan diri, secara tidak langsung dia melanggar hukum Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Penggiat Literasi Media Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang juga Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, Astri Dwi Andriani turut mengomentari ramainya pemberitaan selegram asal Cianjur yang tengah hangat diperbincangkan.

“Terkait kasus ini, mau tidak mau seluruh warga Indonesia termasuk yang berselancar di internet bisa terikat regulasi yang ada, yakni transaksi elektronik atau Undang Undang ITE dan hukumannya tidak main-main ancaman 6 tahun penjara atau berupa denda paling banyak 1 miliar rupiah. Apalagi berhubungan dengan pornografi dan pornoaksi bisa dikaitkan dengan pasal berlapis,” ungkapnya.

Astri menjelaskan, segala bentuk postingan atau pun yang berkaitan dengan aplikasi sosial media harus adanya filterisasi, agar tidak ada dampak yang merugikan si pengguna atau orang yang memposting sesuatu. “Jadi kita sebagai warga Indonesia yang baik harus ada filterasi sebelum memposting apapun,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, RR yang dikenal dengan nama Kuda Poni alias Bintang Live, ditangkap tengah live (siaran langsung,red) di sebuah apartemen di Jalan Taman Pancing, Denpasar, Bali, Jumat (17/9) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

“Modusnya pelaku sebagai selebgram, dikenal bernama KP alias Kuda Poni alias Bintang Live. Dia melalui media sosial mempertontonkan aurat, tanpa busana secara live pada media sosial Mango,” ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, saat rilis di Mapolresta Denpasar, seperti diberitakan Radar Bali (Jawa Pos Grup), Senin (20/9).

Jansen mengatakan, wanita asal Cianjur, Jawa Barat ini ditangkap berdasarkan laporan Polisi Nomor LP/A/763/IX/2021/Bali.Sat Reskrim/Polresta Denpasar per tanggal 17 September 2021.

RR yang beralamat di Jalan Palapa 1, Sidakarya, Kota Denpasar, Bali memiliki id 2309400 di aplikasi Mango Live ini, secara terang-terangan memperlihatkan auratnya secara live pada para pengikutnya.

Diketahui juga jika RR bukan hanya mantan pemandu lagu alias purel atau lady escort (LC) di sebuah tempat karaoke di Bali. Status perempuan muda berusia 32 tahun itu juga dikenal seorang single parent (janda,red).

Bahkan tak hanya itu, RR ternyata juga sudah punya seorang anak yang kini sudah berusia 8 tahun. “Usia anaknya sekarang sudah 8 tahun dan yang bersangkutan sendiri usianya sudah 32 tahun,” terang Kombes Pol Jansen lagi.

Selain itu, soal aktivitas RR di Mango Live, dari hasil pemeriksaan dan penyidikan, tersangka mengaku jika dalam seminggu dia bisa live sebanyak empat kali. Setiap kali siaran langsung, konten erotis RR ditonton atau dilihat ribuan penonton atau viewer.

Bahkan kata Kapolresta, para penikmat aksi vulgar umbar aurat dan telanjang bulat secara live itu bukan hanya dari kalangan remaja. Namun dari pengakuan tersangka, penontonnya berasal dari berbagai usai dan profesi.(byu/rb/JPR)