Indikator Menuju Level 1 Makin Bagus, Bupati Cianjur Klaim Faktor Soliditas Bersama

Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com – Bupati Cianjur, Herman Suherman, menjelaskan pekan ini angka rata-rata BOR terpantau makin membaik. Hal itu karena angka penambahan kasus baru rata-rata hanya 50 orang.

“Saya sudah menghubungi Dinkes (Dinas Kesehatan), untuk BOR di RSUD Pagelaran nol kasus, di RSUD Cimacan tersisa 2 orang, dan di RSUD Sayang Cianjur tinggal 18 orang,” ucap Herman ditemui di Pendopo Cianjur, Selasa (21/9).

Herman, menjelaskan keterisian dua pusat isolasi pun saat ini angkanya sudah makin turun. Di pusat isolasi Vila Bumi Ciherang di Kecamatan Pacet maupun di Balai Pendidikan dan Latihan Kesehatan (BPLK) Cimacan angkanya nol.

“Untuk angka kematian, alhamdulillah sudah sebulan ini tidak ada kasus,” jelasnya.

Keberhasilan penanganan pengendalian covid-19 di Kabupaten Cianjur tak terlepas soliditas semua pihak, terutama Forkopimda. Herman meminta agar kondisi saat ini bisa terus dipertahankan.

BACA JUGA : Tinjau PTM, Bupati Cianjur Temukan Siswa SD Tidak Bisa Membaca

“Kuncinya hanya satu, prokes (protokol kesehatan). Pengarahan dari pak Presiden saat di Kuningan, yang paling penting itu pemakaian masker. Jangan pernah lepas,” ungkapnya.

Secara asesmen Herman menerangkan, informasi dari Pemprov Jabar, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Pangandaran sudah memenuhi syarat berada pada level 1. Namun sekarang terdapat penambahan kriteria terhadap penilaian level.

“Kriteria lainnya di Kabupaten Cianjur sudah bagus. Sudah memenuhi syarat berada pada level 1. Tapi untuk testing kita masih kurang,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Cianjur menggenjot testing sebanyak 35 ribu. Pelaksanaannya dibagi di setiap kecamatan yang dipantau langsung masing-masing organisasi perangkat daerah sebagai liasion officer.

“Hasilnya, hanya 0,2% yang terjaring konfirmasi covid-19,” jelas Herman.

Herman menegaskan semangat Kabupaten Cianjur bisa masuk level 1 didasari pertimbangan agar sektor perekonomian bisa kembali bangkit. Tapi dengan catatan tidak mengabaikan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin masyarakatnya sehat, ekonominya meningkat. Makanya, kita targetkan pada 2022, PAD (pendapatan asli daerah) bisa naik. Asalnya Rp680 miliar, kita targetkan tahun depan PAD mencapai Rp1,58 triliun. Sudah masuk jadi prioritas pada KUA-PPAS 2022,” pungkasnya.

Hingga Senin (20/9), jumlah konfirmasi covid-19 di Kabupaten Cianjur sebanyak 10.796 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 10.500 orang dinyatakan sudah sembuh, 98 orang masih dalam proses, dan 198 orang meninggal dunia. (byu)