KCD Disdikbud Jabar Sebut Baru 40 Sekolah Menengah di Cianjur yang Mulai PTM

Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM)

RADARCIANJUR.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa barat, Endang Susilastuti menyebut, baru ada 40 sekolah tingkat menengah dan sederajat di kabupaten Cianjur yang menyatakan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM pasca pandemi dan aturan PPKM level dari pemerintah.

Hal tersebut menyusul setelah adanya laporan dari masing-masing SMA, SMK, dan SLB di Cianjur yang mengirimkan kesanggupan PTM melalui link atau aplikasi yang telah disediakan oleh Disdikbud Provinsi Jawa barat.

“Jadi baru ada 40 sekolah menengah yang telah mengisi link dan menyatakan untuk menggelar PTM di Kabupaten Cianjur,” ujar Endang saat ditemui usai Rapat koordinasi (Rakor) Ketua Satgas Covid-19 Satuan Pendidikan, di SMKN 1 Pacet, Rabu (22/9/2021).

Meski begitu, pihaknya optimis bahwa dari 288 sekolah menengah dan sederajat di kabupaten Cianjur ini, akan mampu untuk segera melaksanakan PTM sesuai aturan yang ada di Pemerintah setempat.

“Makanya kami membuat sebuah link atau aplikasi untuk para sekolah menengah di Cianjur khususnya, agar bisa segera melaporkan kesanggupan dalam menggelar PTM. Sehingga kita juga akan memiliki data final seberapa banyak jumlah sekolah yang telah PTM,” katanya.

Selain itu, Endang menyebut bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh sekolah menengah yang ada di daerah tentang aplikasi Pentamas. Aplikasi yang merupakan pendataan pembelajaran tatap muka terbatas.

“Jadi nanti setelah pihak sekolah mengisi link dan melaporkan ke KCD, kemudian kami mendata hasil laporan itu menggunakan aplikasi Pentamas tadi. Sehingga Disdikbud Jabar akan tahu, mana sekolah yang telah PTM atau belum,” terangnya.

Harapan lain, setelah adanya penyampaian kesiapan pembelajaran tatap muka melalui link dan aplikasi tadi, data sekolah yang mengikuti ataupun tidak PTM di Jawa barat, akan terupdate dengan maksimal.

“Jadi baik sekolah yang sudah melakukan PTM atau tidak, itu disarankan tetap mengisi data. Sehingga update laporan ke kami itu bisa kembali disampaikan secara jelas ke Disdikbud Jabar,” pungkasnya. (dan)