Pemprov Jabar Bakal Salurkan Bantuan Bagi Siswa Terdampak Covid

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI dari Disdik Provinsi Jawa barat, Endang Susilastuti. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pemprov Jabar melalui Dinas pendidikan provinsi Jawa barat saat ini tengah melakukan pendataan kepada siswa sekolah menengah atau sederajat yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya mereka dari kalangan yatim dan piatu.

“Jadi saat ini Gubernur Jawa barat pak Ridwan Kamil akan menunjukkan perhatiannya kepada siswa-siswi yang terdampak pandemi khususnya bagi mereka yang telah ditinggalkan ayah atau ibunya. Makanya sekarang ini kami tengah mendata peserta didik itu,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI dari Disdik Provinsi Jawa barat, Endang Susilastuti kepada radarcianjur.com.

Adapun bentuk perhatian yang akan dilakukan mantan walikota Bandung itu, kata Endang, pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana dan apa saja yang akan diberikan Pemprov Jabar. Namun, yang pasti, sekarang ini masih dilakukan tahapan pendataan bagi mereka yang berhak mendapatkan perhatian tersebut.

“Yang pasti kami tengah mendata peserta didik itu, sehingga setelah diketahui oleh pak gubernur, Pemprov Jabar mungkin akan segera memberikan bantuan secara maksimal kepada mereka yang berstatus yatim atau piatu itu,” ujarnya.

BACA JUGA : KCD Disdikbud Jabar Sebut Baru 40 Sekolah Menengah di Cianjur yang Mulai PTM

Lebih lanjut, ia mengatakan, tingkatan peserta didik yang akan menerima perhatian dari Pemerintah provinsi Jawa barat itu saat ini, masih hanya di tingkatan SMA, SMK dan SLB. Namun, tidak menutup kemungkinan kedepannya, bisa merambah ke tingkat SD, dan SMP.

“Jadi sekarang itu dari seluruh sekolah menengah yang ada di Jawa barat ini harus mendata siswa dengan kriteria tersebut. Termasuk akan ada tim analisis atau ceking ke tempat tinggal peserta didik itu, apakah benar mereka berstatus yatim dan piatu atau tidak,” jelasnya.

Dengan harapan, tambah Endang, seluruh sekolah menengah di kota/kabupaten yang ada di provinsi Jawa barat ini, bisa segera mengumpulkan data para siswa yang akan dapat perhatian tersebut.

“Mudah-mudahan Jum’at ini seluruh sekolah menengah sudah bisa mengumpulkan semua data peserta didik yang memenuhi kriteria itu. Sehingga program tersebut bisa segera terealisasi,” tandasnya. (dan)