Kebut Vaksinasi Pelajar, Pemkab Cianjur Optimis Tidak Ada Kluster Sekolah

DIPANTAU: Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin memantau aktivitas siswa di dua sekolah yang berada di Jalan Siliwangi pada Jumat (24/9) pagi. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Tiga pekan sudah pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas diberlangsungkan di Kabupaten Cianjur. Namun, dalam kondisi pandemi saat ini tetap harus waspada dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus melakukan vaksinasi bagi pelajar khususnya yang berusia di atas 12 tahun dan merupakan salah satu upaya untuk mencegah adanya kluster Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Cianjur yang sudah berlangsung dalam tiga pekan terakhir berjalan baik. Jajarannya terus melakukan pengawasan dan evaluasi terkait pelaksanaan PTM untuk mengantisipasi munculnya kluster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Selain memastikan penerapan protokol kesehatan di setiap lingkungan sekolah berjalan maksimal. Kita juga menggenjot pelaksanaan vaksinasi bagi para pelajar atau yang berusia 12 tahun ke atas,” ujarnya.

Lanjutnya, hingga saat ini pelaksanaan PTM masih berjalan baik dan tidak ditemukan adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari lingkungan sekolah.

“Para tenaga pengajar atau guru juga diminta aktif untuk memantau kondisi kesehatan siswa, dan juga keluarganya dengan ada program Guru juga, yaitu guru menyambangi setiap kediaman siswanya,” tuturnya.

BACA JUGA : Warga Cimacan Dapat Hadiah Voucher Belanja Usai Vaksinasi

“Karena, berdasarkan data Litbang. Kualitas pembelajaran siswa selama tidak diberlakukan PTM mengalami penurunan. Beberapa waktu lalu, ditemukan siswa kelas IV sekolah dasar yang lupa bahkan belum bisa membaca dan berhitung,” sambungnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menambahkan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat menggelar PTM di masa pandemi Covid-19, seperti guru atau tenaga pengajar telah di vaksin 100 persen dan lokasi sekolah berada di zona kuning atau hijau.

Selain itu sarana prasana di setiap fasilitas pendidikan untuk penerapan protokol kesehatan, serta izin pelaksanaan PTM dari orang tua siswa.

“Sebelum PTM digelar setiap sekolah telah dilakukan verifikasi oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Setiap sarana dan prasarana hingga fasilitasi kesehatan penunjang seperti tempat pencuci tangan dan yang lainnya harus ada, dan paling utama yaitu izin dari orang tua siswa,” terangnya.

Dalam proses belajar tatap muka, didalam kelas diatur, seperti satu ruangan kelas hanya dapat diisi sebanyak 50 persen dari jumlah siswa.

“Secara teknisnya pun diatur, apakah dalam pembelajaran nantinya kelas ganjil dulu, atau berdasarkan absen. Selain itu keluar dan masuknya pun juga diatur dengan batas maksimal waktu 15 menit,” tutupnya. (kim)