Menuju Liga 3, Perkesit Krisis Pemain dan Keuangan

Perkesit

RADARCIANJUR.com -Ketika liga sepak bola di Indonesia kembali bergeliat disaat pandemi Covid-19, namun berbeda dengan Persatoean Kesebelasan Indonesia Tjianjoer (Perkesit) Cianjur. Saksi sejarah sepak bola Cianjur itu, kini semakin tak jelas nasibnya di tengah ketidakpastian digulirkannya liga 3 nasional.

Krisis pemain dan keuangan kini dialami tim kebanggaan masyarakat kota santri ini, sehingga terancam tidak bisa mengikuti kompetisi. Selain itu vakumnya kompetisi akibat pandemi juga menjadi faktor penyebab permasalahan di tubuh manajemen.

Ketua Umum Perkesit Cianjur, Eka Merdeka mengatakan, dampak pandemi menjadi awal ketidakjelasan eksistensi Perkesit Cianjur di kancah persepakbolaan.

“Dua tahun ke belakang sempat sebelum pandemi keluar jadwal liga 3, katakanlah seperti seleksi kami adakan di stadion badak putih, namun karena kendalanya waktu itu pandemi akhirnya dari pusat diputuskan liga 3 tidak digelar,” kata Eka kepada Radar Cianjur, Minggu (26/9).

Eka menjelaskan, saat ini liga 1 telah digelar dan telah memainkan beberapa pertandingan. Sedangkan liga 3 dapat bergulir jika liga 2 telah digelar. “Untuk kepastian liga 3, kami masih menunggu dari Asprov Provinsi PSSI, karena biasanya dimulai setelah diselenggarakannya liga 2,” tuturnya.

Saat ini menurut Eka, keuangan menjadi salah satu kendala tim yang bermarkas di stadion Badak Putih ini untuk tampil menjalani kompetisi liga 3. “Sedangkan di Cianjur siapa yang mau mendanai. Jujur kami tidak menutup kemungkinan karena saat ini krisis dan kritis di tengah pandemi,” ungkapnya.

Eka menjelaskan, jika Perkesit tidak mengikuti liga 3, maka sanksi akan diterima dengan pencoretan sebagai anggota PSSI. “Yang lebih berat jika Perkesit tidak mengikuti tentunya akan otomatis dicoret dari keanggotaan Asprov PSSI,” terangnya.

Selain itu akibat ketidakpastian kompetisi serta kendala keungan membuat Perkesit Cianjur ditinggalkan banyak pemain-pemain bertalenta untuk menyebrang ke berbagai klub sepakbola di Indonesia.

“Karena sepak bola itu mahal luar biasa biayanya. Kita tidak mau membebankan tenaga anak-anak sedangkan kami tidak ada timbal balik. Banyak pemain yang mulai pindah klub karena sampai sekarang belum ada kepastian liga 3 digulir atau tidaknya,” pungkasnya.(byu)