FKUB Dorong Pemuka Agama Ajak Umatnya Divaksin

Ratusan warga dari berbagai daerah mengikuti vaksinasi di Hotel Palace Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCINAJUR.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mendorong para pemuka agama supaya mengajak umatnya agar mau menjalani vaksinasi Covid-19.

Ketua FKUB Kabupaten Cianjur, Choirul Anam mengatakan, Covid-19 merupakan masalah kemanusiaan yang harus ditanggulangi bersama, sehingga adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah, Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama, dan masyarakat secara keseluruhan.

“Jadi tidak harus sama kelompok masyarakat atau tokoh agama saja, tapi semua lintas agama mempunyai tanggung jawab moral untuk berpartisipasi dalam permasalahan covid-19 melalui vaksinasi,” ujarnya, di Palace Hotel, Cipanas, Selasa (28/9/2021).

BACA JUGA : Satgas Covid-19 Jembrana Razia Warga yang Belum Vaksin di Jalan

Lebih lanjut menurutnya, sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Cianjur masih banyak yang belum divaksin. Sehingga dengan adanya gebyar vaksinasi di Palace ini menjadi salah satu upaya bersama untuk mengajak masyarakat agar segera mau divaksin.

“Kami pernah berdiskusi dan menanyakan ke Pemuka agama bahwa umatnya masih banyak yang belum divaksin. Makanya kami mengajak supaya pemuka agama turun bersama agar bisa didengar dan warga dapat mau divaksin,” ujarnya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, vaksinasi lintas agama ini dalam rangka percepatan vaksin, namun tujuannya bukan hanya vaksin saja tapi untuk lebih merekatkan antar umat beragaama.

“Saya titip kepada yang sudah divaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan, termasuk masker jangan lupa terus dipakai,” kata Herman.

Hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Cianjur terus gencar untuk mencapai target vaksinasi, karena vaksinasi di Cianjur belum mencapai 50 persen.

“Kita kebut untuk target vaksin, termasuk lintas agama semua harus bekerjasama, dan saya mengintruksikan agar masing-masing OPD memantau satu persatu kecamatan, terkait perkembangan vaksinasi ini,” pungkasnya. (dan)