Resmi Dilantik, DMI Cianjur Siap Bersinergi Demi Makmurkan Masjid

Sejumlah pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cianjur resmi dilantik oleh Majelis Ulama Indonesia MUI. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cianjur masa periode 2021-2026 resmi dilantik, pada Rabu (29/9/2021) di Hotel Yasmin Cipanas.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Adib, Kakanwil Kemenag Cianjur, Bupati Cianjur yang diwakili Staf khusus Bidang Keagamaan, Kapolres Cianjur, Dandim 0608/CJR, Ketua MUI Kabupaten Cianjur, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

“Jadi kerjasama antara DMI dengan Kementerian Agama itu sangat penting dan irisannya tak bisa dilepaskan karena ini demi kemakmuran umat,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Adib saat ditemui usai pelantikan, di Cipanas, Rabu (29/9).

Selain itu, kata Adib, di sisi peran dan fungsi pun antara DMI dengan Kemenag tentu sangat keterkaitan. Sebab keduanya ini sama-sama berfikir bagaimana bisa membina serta mendorong para Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM di daerah-daerah bisa memakmurkan masjid. Baik dari sisi Imaroh, Idaroh, dan segi lainnya.

“Kami harapkan sisi kerjasama ini dapat bersinergi dengan unsur-unsur lain. Sehingga tujuan untuk memakmurkan masjid ini bisa tercapai,” kata dia.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cianjur, H. Yosef Umar mengatakan, setelah dikukuhkannya DMI kabupaten hari ini, tentu kedepan para pengurus akan sama-sama bertanggung jawab mengembangkan sejumlah program demi membangun eksistensi DMI yang terutama bisa memakmurkannya masjid.

“Jadi program kita saat ini salah satunya adalah bagaimana kita semua bisa mengelola DMI Cianjur yang lebih profesional, dan menjadi sebuah tujuan dari solusi apa yang dibutuhkan umat. Bukan hanya sebatas berbicara ritual ibadah, tetapi masalah-masalah kemanusiaan pun harus diperhatikan,” tutur Yosef, Rabu (29/9).

Lebih lanjut, Yosef menyebut, dari 5417 Masjid Jami yang tercatat se-kabupaten Cianjur, hampir semuanya hingga kini masih dinilai aman dan nyaman. Meskipun di sisi lain, kata Yosef, kerjasama semua pihak harus dimaksimalkan. Sehingga solusi yang diberikan masing-masing DKM, bisa lebih dirasakan masyarakat.

“Jadi ketika kebersamaan dan kerjasama yang baik antar semua unsur masyarakat, maka fungsi dan peran DKM pun bisa terwujud secara maksimal,” pungkasnya. (dan)