Melahirkan di RSUD Cimacan, Pasien Tidak Wajib Divaksin

RSUD Cimacan Cipanas.(foto:ist)
RSUD Cimacan Cipanas.(foto:ist)

RADARCIANJUR.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Kabupaten Cianjur, kini tidak mewajibkan bagi masyarakat yang ingin melahirkan di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) harus memiliki surat vaksin.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan prima bagi seluruh warga kabupaten Cianjur terlebih untuk persalinan.

“Bagi masyarakat khususnya ibu hamil dan yang akan melahirkan di wilayah Cipanas dan sekitarnya, bisa langsung datang ke RSUD Cimacan. Karena kini kami tidak lagi mewajibkan pasien untuk membawa surat vaksin,” kata Kabag TU RSUD Cimacan, Hendrawan kepada wartawan, Sabtu (2/9/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, di RSUD Cimacan ini kini sudah memiliki bidan, dokter kandungan, dan dokter umum yang dapat membantu semua proses persalinan.

“Jadi ketika ibu hamil akan melahirkan di rumah sakit, penanganan bisa langsung dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan keahlian khusus di bidangnya,” kata dia.

Hal tersebut, lanjutnya, tentu dapat menghindari berbagai komplikasi yang terjadi saat persalinan, seperti perdarahan hebat dan lain sebagainya.

Contoh lainnya juga, kata dia, jika ibu hamil mengalami kendala untuk melahirkan secara normal atau proses persalinan sudah berlangsung terlalu lama, maka dokter kandungan dapat melakukan operasi caesar.

“Jika melakukan persalinan di RSUD Cimacan, maka fasilitasnya sangat lengkap untuk menangani ibu yang akan melahirkan. Kalaupun kondisi ibu normal dan sehat, persalinan normal bisa dilakukan di kamar bersalin biasa. Namun, ketika kehamilan yang bermasalah atau kondisi ibu hamil tidak dapat melahirkan normal, tim dokter dapat segera melakukan operasi caesar di kamar operasi,” terangnya.

“Persalinan caesar juga biasanya dilakukan ketika janin mengalami masalah, misalnya gawat janin atau lilitan tali pusar,” sambungnya.

Tak hanya itu, ia menuturkan, rumah sakit pun sudah dilengkapi dengan sarana dan fasilitas kesehatan lain, yang mungkin akan diperlukan ibu serta bayinya. Seperti ICU, ruang perawatan bayi atau ruang perinatologi, hingga ruangan ICU khusus bayi atau PICU.

“Jadi kalau ibu hamil mengalami kondisi tertentu, seperti melahirkan prematur, hipertensi, atau gangguan plasenta, maka akan ditangani pula sesuai prosedur,” tuturnya.

Ia mengatakan, pemantauan setelah persalinan di rumah sakit bagi ibu hamil dan janin akan dipantau dengan baik, selama proses persalinan berlangsung dan sesudahnya.

Menurutnya, dengan perawatan setelah persalinan yang baik, ibu hamil dan janin akan lebih nyaman untuk beristirahat dan melalui masa pemulihan dengan lebih cepat.

“Maka dari itu hal ini membuat pilihan untuk melahirkan di rumah sakit menjadi solusi yang tepat dan aman,” pungkasnya. (dan)