Surabaya Kembali Jadi Pemuncak Jumlah Kasus Aktif Covid-19

Radarcianjur.com -Hasil asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sampai Sabtu (2/10), Kota Surabaya tetap dalam tren membaik. Masih berada di level 1. Semua indikator mulai tingkat testing, tracing, treatment, tingkat kematian, hingga tingkat pasien rawat di RS dinilai memadai.

Namun, yang mesti mendapat atensi adalah tambahan kasus positif Covid-19 harian. Dalam beberapa hari terakhir, masih terdapat tambahan puluhan warga yang terkonfirmasi positif. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh lebih sedikit. Kasus aktif pun menjadi bertambah.

Bahkan, kini Kota Surabaya kembali menjadi pemuncak klasemen jumlah kasus aktif di Jatim. Data terbaru per 3 Oktober 2021 yang diunggah Pemprov Jatim, tambahan kasus positif Covid-19 ada sebanyak 37 orang, sembuh 27 orang, dan meninggal 1 orang. Jadi, total kasus aktif di Surabaya saat ini ada 102 orang.

Jumlah kasus aktif tersebut menempatkan Surabaya di posisi nomor satu dibandingkan kabupaten/kota lain di Jatim. Bahkan, satu-satunya kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif di atas angka 100 orang. Adapun di bawah Surabaya adalah Kabupaten Malang (96), Ponorogo (80), dan Sidoarjo (75).

Padahal, pekan sebelumnya, jumlah kasus aktif di Surabaya trennya terus melandai dan sempat tidak menempati pemuncak klasemen persebaran Covid-19 di Jatim. Malah, pada 2 Oktober, jumlah kasus aktif ‘’hanya’’ tinggal 93 orang atau di bawah angka 100.

Dengan tambahan kasus tersebut, total jumlah warga Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak pandemi Maret 2020 lalu, telah mencapai 66.563 orang, sembuh 63.919 orang, dan meninggal dunia 2.542 orang. Angka-angka tersebut juga masih tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jatim. Bisa jadi hal itu memang linear dengan jumlah penduduknya.

Namun, untuk cakupan vaksinasi, sejauh ini Kota Surabaya juga luar biasa. Paling banyak ketimbang kabupaten/kota lain di Jatim. Baik untuk dosis pertama maupun dua, sudah lebih dari 70 persen atau target minimal herd immunity. Tepatnya, dosis pertama sudah menembus 2,42 juta orang (109,27 persen) dan dosis kedua 1,64 juta orang (74,10 persen). Capaian vaksinasi untuk lansia pun telah menyasar 232.026 lansia (92,05 persen).(Jpc)