Gara-gara Ini Cianjur Terancam Kembali di Level Tiga

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur nampaknya terancam tergeser dari posisi level dua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pasalnya, dari kategori lain atau kriteria lainnya sudah berada di level dua. Namun, sasaran vaksinasi, khususnya dosis pertama belum menunjukan hasil yang memuaskan.

Dalam assesment situasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, seluruh kriteria dari mulai tracing, treking hingga Bed Ocuupancy Rate (BOR) sudah berada di level satu. Hanya saja target yang ditetapkan Pemerintah Pusat untuk vaksinasi masih jauh dari harapan.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menuturkan, assesment dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, situasi Cianjur di lapangan sudah menunjukan berada di level satu.

“Assesment situasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur masih berada di tingkat satu atau level satu, jika dijumlahkan dengan kriteria lain seperti vaksinasi yang harus 70 persen. Karena dari pusat, apabila di level dua tidak bisa mempertahankan dengan cakupan vaksinasi yang di atas 70 persen dosis pertama. Maka ada kemungkinan diturunkan ke level tiga,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Yusman, total kasus paling sedikit dalam mingguan hanya 15 orang, dari 40 kasus. Bahkan keterisian di pusat isolasi sudah tidak ada. Hanya ada di rumah sakit, itu pun kasus yang berat.

“RSUD Sayang yang sebelumnya ruang flamboyan di lantai tiga sudah kembali ke perawatan biasa dan BOR di semua rumah sakit di angka delapan persen,” ungkapnya.

Kriteria tambahan tersebut masih terus diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Cianjur agar Kota Santri tidak jatuh di level tiga dengan terus meminta kiriman vaksin dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Barat.

“Meskipun saat ini pengiriman vaksin sudah dikirim satu minggu sekali, namun jumlahnya belum bertambah. Tapi kita terus upayakan meminta ketersediaan vaksin ke pusat dan juga provinsi,” tutupnya. (kim)