Disparpora Cianjur Bakal Titip Retribusi di Objek Wisata Cibodas, Segini Harganya

Pintu masuk objek wisata Kebun Raya Cibodas (KRC). Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Retribusi ke kawasan objek wisata seakan tak bisa dihilangkan. Beberapa waktu terakhir yang telah berlangsung yakni pungutan retribusi kendaraan dan perorangan yang dilakukan beberapa OPD melalui pihak ketiga di gerbang masuk ODTW Cibodas.

Kini, rencana lainnya yang akan dilakukan adalah dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur. Pihaknya akan menitipkan retribusi daerah melalui pintu masuk di kawasan eduwisata Kebun Raya Cibodas (KRC).

“Untuk retribusi di pintu masuk kawasan ODTW itu kami belum mungut kang, paling nanti di pintu masuk ke KRC dengan MoU yang akan segera direalisasikan bersama pihak KRC sebesar Rp 7500 per pengunjung,” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur Pratama Nugraha saat dihubungi radarcianjur.com, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut menurutnya, pungutan yang akan dilakukan tersebut tentunya telah dibahas antara Pemkab Cianjur dengan pemerintah pusat yang merupakan rekanan pengelolaan eduwisata KRC.

“Jadi untuk retribusi itu sudah sesuai peraturan daerah atau Perda. Tapi masih direncanakan dan belum fiks. Namun yang jelas kami akan segera realisasikan itu. Karena selama PPKM kemarin kan wisata belum buka, makanya kami juga belum lakukan pungutan,” katanya.

Dengan adanya retribusi daerah, menurut Pratama, tentu hal itu bakal berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten Cianjur yang bersumber dari sektor pariwisata. Terlebih bakal dibagikan lagi menjadi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk desa setempat sebesar 10 persen.

“Ya kalau sudah berlangsung pungutan retribusi daerah kan nantinya bisa dibagikan lagi ke desa 10 persen. Tapi kan sekarang mh belum ada, karena kami belum pungut,” ucapnya.

Terpisah, General Manager Kebun Raya Cibodas (KRC) Marga Anggrianto mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui secara persis rencana kerjasama atau MOU tersebut. Sebab menurutnya, itu merupakan ranah antara pemerintah daerah dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN yang dulu namanya LIPI.

“Kami kurang tahu pasti kang, karena soal kerjasamana itu bukan ranah kami. Mungkin itu antara Pemda dengan BRIN,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (8/10).

Hingga saat ini, ia menegaskan bahwa untuk harga tiket masuk ke kawasan eduwisata KRC sebesar Rp 15.500 per orang di hari Senin hingga Jumat. Sedangkan Sabtu, Minggu dan libur nasional seharga Rp 25.500 per orang.

“Ada tambahan paling kalau untuk kendaraan roda empat bayar Rp 35 ribu, sedangkan motor senilai Rp 5 ribu,” tandasnya. (dan)