Terjadi Kluster di Helaran PON ke-20, Bupati Cianjur Persilahkan Pulang Jika Hasilnya Negatif

Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com- Kabar kurang baik datang pada helatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 20 di Papua. Kurang lebih 59 orang dinyatakan positif Covid-19 yang tersebar di empat kluster PON yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Tentu kabar tersebut cukup mengkhawatirkan terlebih bagi para atlet yang tengah bertanding. Dari informasi terhimpun, saat ini atlet dari Kabupaten Cianjur dinyatakan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.

Seperti yang diungkapkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur, Iwan Mustofa, saat ini kondisi atlet dari Kota Santri dalam kondisi baik-baik saja.

“Semua kondisinya baik-baik saja, tidak ada yang sakit. Mohon doanya dari seluruh masyarakat Cianjur untuk atlet kita yang sedang berjuang,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah mengantisipasi untuk kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan yakni melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk melakukan screening atau pemeriksaan.

“Di provinsi juga nanti discreening dulu sebelum pulang ke daerah masing-masing dan tidak langsung pulang, kemungkinan melalui beberapa proses atau tahapan, terlebih kalau ada yang terpapar. Semoga saja tidak ada, kalau ada akan ada penanganan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, jika para atlet mendapatkan hasil negatif tidak harus menjalani isolasi. Akan tetapi, jika hasil tersebut positif, maka atlet harus menjalani isolasi terlebih dahulu hingga benar-benar sembuh.

“Jika negatif tidak masalah, jika positif harus melakukan isolasi atau karantina. Saat datang dilakukan tes terlebih dahulu. Kalau yang negatif tidak perlu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, terkait dengan ditemukannya kasus positif Covid-19 dalam penyelenggaraan PON ke-20 di Papua, pemerintah memperketat monitoring dan evaluasi kepatuhan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama perhelatan PON. Termasuk meminta seluruh kontingen membatasi aktifitas diluar pertandingan.

“Kemunculan kasus positif pun, juga segera ditangani secara profesional oleh tenaga kesehatan setempat sehingga mencegah meluasnya penularan kepada Kontingen atau masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, upaya pengendalian Covid-19 oleh pemerintah dilakukan dengan menyusun kebijakan terkait kewajiban menjalankan protokol kesehatan ketat. Bahkan setelah sampai ke daerah asal melakukan karantina serta melakukan testing ulang untuk benar-benar menjamin yang bersangkutan sehat saat berangkat diperjalanan maupun saat pulang kembali ke rumah. Pemerintah juga akan tetap melakukan whole genome sequencing sebagai upaya surveillans berkelanjutan untuk memantau varian Covid-19 yang ada di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Papua yang telah menyelenggarakan perhelatan PON ke-20 yang kondusif di tengah pandemi. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia khususnya tim kesehatan yang tanggap dalam melakukan penanganan kasus positif,” tutupnya. (kim)