Nakal Tak Bayar dan Laporkan Pajak, Satu Restoran Kena Segel

DALAM PENGAWASAN: Pihak Bappenda dan Satpol PP Kabupaten Cianjur melakukan tindakan tegas dengan melakukan segel kepada salah satu rumah makan. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Kesadaran membayar pajak nampaknya belum sepenuhnya diterapkan masyarakat. Bahkan, untuk pelaporan online masih belum dilakukan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Cianjur.

Salah satu restoran tidak mengindahkan peringatan yang sebelumnya sudah dilakukan. Akibatnya, mendapatkan akibatnya dengan dipasangkan segel bertuliskan dalam pengawasan.

Kasubbid Pengawasan dan Pemeriksaan Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cianjur, Andriana mengatakan, sepanjang 2021 ini pihaknya sudah memasang alat tapping box atau perekam transaksi di 125 restoran dan rumah makan.

Namun dari hasil pendataan, terdapat lima restoran yang diketahui tidak menggunakan alat yang sudah diberikan oleh Bappenda.

“Kita selalu pantau penggunaan alat, terpantau ada lima restoran yang kerap mengabaikan atau tidak menggunakan alat tapping box,” ujarnya.

Lanjutnya, salah satu restoran yang berada di Jalan Raya Bandung diketahui juga menunggak pajak sejak Januari 2021.

“Jadi restoran ikan bakar Abah yang berada di Jalan Raya Bandung tepatnya di Rawabango ini sudah nunggak pajak dari Januari hingga sekarang. Dan alat tapping box juga tak digunakan,” ungkapnya.

“Sudah tiga kali tapi tidak diindahkan,” sambungnya.

Oleh karena itu, Bappenda dibantu Satpol PP Cianjur memberikan sanksi dan memasang segel dalam pengawasan.

“Pajak dan penggunaan tapping box ini sudah ada aturannya, jika ada yang melanggar, kita lakukan sesuai aturan Perbup cianjur nomer 91 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan bupati cianjur nomor 37 tahun 2017 tentang sistem daring pajak daerah dengan cara menyegel sementara,” paparnya.

“Jadi untuk kali ini dari lima yang melanggar, ada satu yang ditindak karena sudah tiga kali mengabaikan peringatan. Empat restoran lagi atau restoran lain kita juga tindak kalau melanggar,” jelasnya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Cianjur, Severianus Triono Retno Juniswara menambahkan, pihaknya memberikan waktu 30 hari pada pemilik restoran untuk membayar dan melaksanakan kewajibannya.

Jika masih tidak diperhatikan, Satpol PP akan menutup sementara restoran yang menunggak dan melanggar aturan perpajakan.

“Kita segel sementara, kalau diabaikan lagi kita akan tutup sementara,” tegasnya.

Sementara itu, Idis Saputra yang merupakan pemilik restoran menjelaskan, pihaknya akan membayar tunggakan pajak yang belum dibayar, serta akan mematuhi aturan dari Instansi terkait.

“Hari senin saya akan membayar pajak yang menunggak, dan kedepannya saya akan mamakai alat sistem daring pajak daerah,” tutupnya. (kim)