Selama Pandemi, Pemasaran Bunga Krisan di Sukaresmi Anjlok

Salah satu petani bunga Krisan di wilayah Kecamatan Sukaresmi. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dicabut pemerintah, imbas yang didapat masih dirasakan petani bunga krisan di kabupaten Cianjur. Salah satunya di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi.

Petani bunga potong krisan di sana mengalami situasi yang tak begitu menguntungkan. Karena mereka cukup kesulitan dalam hal pemasaran sejak terjadinya pandemi Covid-19.

“Hasil pertanian tanaman bunga potong krisan di sini nyaris terpuruk dan tidak laku dipasaran,” ujar salah seorang Petani Krisan di Desa Kawungluwuk, Hendi (45) kepada wartawan.

Bahkan lanjutnya, selama pandemi Covid-19 hingga saat ini sumber pemasaran dan penghasilan para petani bunga potong sangat menurun drastis.

BACA JUGA : Nakes Cianjur Belum Terima Sepenuhnya Insentif Covid-19

“Dampaknya cukup jauh berbeda jika dibandingkan sebelum Corona. Mudah-mudahan saja dari pihak terkait termasuk pemerintah dapat membantu memasarkan tanaman bunga para petani di wilayah Utara ini,” kata dia.

Hal sama dirasakan Zenal (37) Petani bunga potong Krisan di wilayah Desa Cibadak Sukaresmi. Ia mengaku sangat terpuruk atas imbas Pandemi Covid-19. Pasalnya, selain harga jual yang begitu anjlok, juga diperparah dengan pemasarannya yang sangat sulit.

“Baru seminggu ini kondisinya sedikit membaik. Meskipun belum begitu signifikan. Kalau selama pandemi petani krisan sangat memprihatikan kang,” kata dia, Selasa (12/10).

Lebih lanjut ia menyebutkan, untuk harga bunga potong krisan saat awal pandemi itu hanya dihargai Rp 2000 per ikat. Bahkan kondisi itu cukup lama sampai beberapa pekan terakhir mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 5 – Rp 6 ribu per ikat.

“Selama PPKM pun sama. Pemasaran sangat anjlok, bahkan sampai dibuang begitu saja karena tak laku dijual,” ucapnya.

Ia dan petani lain, tentu sangat berharap ada perhatian dan respon positif dari sejumlah pihak termasuk Pemerintah, agar kondisi yang menimpa pelaku usaha bunga Krisan ini bisa bertahan.

“Mudah-mudahan saja ada upaya dan dorongan dari pihak-pihak terkait. Karena sekarang kan kelihatannya sudah mulai mau normal lagi,” pungkasnya. (dan)