Tak Penuhi Target Vaksinasi, Camat Bakal Kena Sanksi

RADARCIANJUR.com- Para camat di Kabupaten Cianjur yang mendapatkan rotasi nampaknya harus mengemban tugas khusus dari Bupati Cianjur, Herman Suherman. Mandat tersebut untuk Kabupaten Cianjur yakni target vaksinasi menuju level dua.

Namun, tugas tersebut harus dilakukan oleh camat baru agar turut bersama-sama Cianjur menuju level dua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

“Semua camat harus melaksanakan vaksinasi sesuai dengan target yang diberikan, jika tidak memenuhi target akan dievaluasi lalu sanksi,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Lanjutnya, sanksi yang menanti para camat tersebut yakni diberhentikan atau dirotasi kembali ke wilayah atau kecamatan lain.

Saat ini, orang nomor satu di Cianjur ini mengaku ketersediaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.

BACA JUGA : Truk Bermuatan Bronjong Terperosok ke Jurang Tanjakan Huut

“Sanksi bisa diberhentikan dan bisa dipindahkan kembali. Vaksin akan cukup untuk pelaksanaan vaksinasi dalam upaya mengejar target menuju level dua,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai target, pihaknya mengarahkan untuk ditanyakan ke Asda I atau Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

“Kalau targetnya bisa ditanyakan ke Asda I atau Kadinkes, per hari itu capaiannya harus berapa,” jelasnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, setiap kecamatan ditargetkan sesuai dengan puskesmas.

Saat ini target setiap puskesmas yakni 500 vaksinasi. Namun di setiap kecamatan tidak hanya terdapat satu puskesmas, ada yang memiliki dua hingga tiga puskesmas.

“Targetnya itu di puskesmas, setiap puskesmas 500 vaksinasi. Jadi kalau ada tiga seperti Kecamatam Cianjur jadi targetnya 1,500 vaksinasi,” terangnya.

Target yang diberikan hanya 500 dikarenakan vaksinator yang ada hanya 50 orang. Namun, langkah mengejar target bisa dilakukan juga dengan mendatangi masyarakat atau mengundang.

“Teknisnya itu dikembalikan ke setiap kecamatan, bisa door to door atau mengundang masyarakat,” tutupnya. (kim)