Vaksinasi di Kecamatan Sukaresmi Baru 30 Persen

Warga tengah menjalani suntik vaksin Covid-19 di salah satu desa wilayah Sukaresmi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Capaian vaksinasi di Kecamatan Sukaresmi hingga saat ini belum mencapai 40 persen.

Berdasarkan pernyataan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Sukaresmi yang sekaligus Kepala Puskesmas Sukaresmi, H. Ajud Maulana menyebut, pencapaian vaksinasi Covid-19 secara kumulatif di wilayahnya itu baru mencapai 30 persen.

“Khusus di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi hingga saat ini, baru mencapai 30 persen. Angka tersebut terhitung hingga awal Oktober ini, baik penerima vaksin dosis pertama dan kedua,” ujar Ajud saat ditemui di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Selasa (12/10/2021).

Dari persentase itu, menurutnya, masih harus terus ditingkatkan lagi, terlebih jika dibandingkan target program vaksinasi secara keseluruhan di kabupaten Cianjur yang tentunya diharapkan dapat menurunkan level PPKM menjadi level 1.

BACA JUGA : 70 Ribu Pasutri Nikah Siri Cianjur Dapat Kartu Keluarga

“Jika dilihat jumlahnya saja, warga Kecamatan Sukaresmi ini kurang lebih 60 ribu jiwa, nah kami baru mencapai 30 persen dari itu,” kata Ajud.

Lebih lanjut menurutnya, terget vaksinasi terbesar di Kecamatan Sukaresmi ini yakni masyarakat umum dan rentan yang diakumulatifkan sekitar 20 persen. Untuk sisanya pelayan publik yang mencapai 10 persen.

“Kalau kemarin-kemarin justru tingkat antusias masyarakat jauh lebih besar, tetapi karena ketersediaan dosis vaksinnya yang belum ada. Tetapi sekarang, dosis vaksin ada, warganya yang kurang. Karena mungkin telah mengikuti di tempat-tempat lain,” ujarnya.

Ia berharap, kedepannya masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Sukaresmi khususnya bisa segera mengikuti vaksinasi, baik tahap satu maupun dosis kedua. Sehingga penanganan pandemi Covid-19 di kabupaten Cianjur bisa lebih tertangani.

“Kami mohon dukungan serta peran aktif seluruh elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Sukaresmi ini dapat secara maksimal dilakukan. Karena penanganan terkait vaksinasi itu bukan hanya tugas Puskesmas, tetapi bantuan dari semua pihak harus dimaksimalkan,” pungkasnya. (dan)