Banjir “ Kadeudeuh “ dari Atlet Hingga Pelatih dan Manajer

Selain KONI dan UPI, Ridwan Kamil (tengah) mengharapkan bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya di Jabar agar dapat memberikan beasiswa kepada para atlet.

RADARCIANJUR.com – Perhatian dan totalitas Pemprov Jabar kepada para atlet dan official termasuk manajer di PON XX Papua sungguh luar biasa.

Tidak hanya atlet peraih medali yang mendapatkan kadeudeuh, pun atlet yang belum menyumbangkan medali tetap diapresiasi.

‘’Untuk bonus kami sudah menyiapkan di Tahun Anggaran 2022, dengan rincian untuk peraih emas, perak dan perunggu, baik perorangan, beregu maupun beregu di atas 12 orang, ‘’ ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Untuk atlet yang meraih medali emas perorangan, Pemprov Jabar menguyurnya dengan Rp300 juta. Sedangkan emas beregu yang terdiri dari dua atau hingga empat orang atlet mendapat Rp175 juta.

Sementara emas untuk beregu berjumlah lima hingga 12 orang sebesar Rp145 juta dan beregu lebih dari 12 orang Rp135 juta.

A. Emas :

1. Perorangan: Rp300 juta

2. Beregu 2-4 orang : Rp175 juta

3. Beregu 5-12 orang : Rp145 juta

4. Beregu lebih dari 12 Orang : Rp135 juta

Bagi atlet yang meraih perak perorangan, Pemprov Jabar mengapresiasi dengan Rp100 juta, beregu dua hinga empat orang Rp80 juta, beregu lima hingga 12 orang Rp70 juta dan beregu lebih dari 12 orang Rp 70 juta.

B. Perak :

1. Perorangan: Rp100 juta

2. Beregu 2-4 orang: Rp80 juta

3. Beregu 5-12 orang: Rp70 juta

4. Beregu lebih dari 12 orang: 60jt

Smentara itu, bagi atlet yang menyumbangkan perunggu, untuk perorangan Rp40 juta, beregu dua hingga empat orang Rp35 juta, beregu lima hingga 12 orang Rp30 juta dan beregu lebih dari 12 orang Rp30 juta.

C. Perunggu :

1. Perorangan: Rp40 juta

2. Beregu 2-4 orang : Rp35 juta

3. Beregu 5-12 orang : Rp30 juta

4. Beregu lebih dari 12 orang : Rp25 juta

‘’Selain para atlet peraih medali, seluruh kontingen baik pelatih, manager, serta atlet yang belum mendapatkan medali, mendapatkan “Kadeudeuh” sebagai bentuk penghargaan dari Pemprov Jabar,’’ imbuh Ridwan Kamil.

Masa Depan Atlet

Selain kadeudeuh, Pemprov Jabar sangat konsen terhadap masa depan atlet. Salah satunya dengan pemberian beasiswa kepada atlet yang telah berprestasi untuk bisa meneruskan pendidikan.

“Saat ini kami bekerjasama dengan KONI dan UPI, dan diharapkan bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya di Jabar agar dapat memberikan beasiswa kepada para atlet,’’ harap Ridwan Kamil.

Sedangkan wacana mengangkat atlet menjadi PNS, Pemprov Jabar masih tergantung dari kebijakan pemerintah pusat. Saat ini kebijakan yang diambil pemerintah pusat adalah mengankat atlet peraih medali di Olimpiade, Asian Games dan Sea Games. Misalnya menempatan mereka di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

‘’Apabila ada kebijakan dari pemerintah pusat, bahwa para atlet peraih medali emas di PON bisa menjadi PNS di daerah masing-masing seperti kebijakan 2009 dan 2010, Pemprov Jabar, siap,’’ kata Ridwan Kamil.

Terakhir Ridwan Kamil berpesan, kepada para pengurus cabang olahraga, setelah PON XX Papua 2021 selesai masih ada beberapa event yang harus disiapkan baik tangkat nasional dan Internasional dan berharap Jabar masih akan menjadi lumbung atlet dalam event-event tersebut.

‘’Pembinaan kepada para atlet harus berkelanjutan untuk persiapan PON XXI Sumatera Utara – Aceh 2024, karena prestasi itu tidak diperoleh dengan mudah dan instan, perlu banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk proses meraih Kesuksesan dalam berprestasi. Prestasi bukanlah suatu kebetulan. Setiap impian tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa berlatih dengan keras, karena Latihan tidak akan mengkhianati hasil,’’ pungkas Ridwan Kamil.(aan/sal)