Tinggi Menjulang, Bunga Bangkai di KRC Mekar Hingga 289 Centimeter

Tampak indah menjulang bunga bangkai saat sedang mekar di kawasan eduwisata Kebun Raya Cibodas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Salah satu koleksi bunga bangkai atau dalam bahasa Latin disebut Amorphophallus titanum (Becc.) Becc di Kebun Raya Cibodas-Badan Riset dan Inovasi Nasional (KRC-BRIN) mekar penuh pada Rabu (13/10/2021) dini hari.

Kali ini, tumbuhan yang memiliki perbungaan terbesar di dunia dari keluarga Araceae (talas-talasan) dan tanaman asli endemik Sumatera barat itu memiliki tinggi mencapai 289 centimeter, dengan keliling 145,5 cm, dan garis tengah kelopak (spatha) pada posisi mekar penuh 128 centimeter.

General Manager Kebun Raya Cibodas dari Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto menuturkan, tumbuhan ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Odoardo Beccari, seorang ahli botani dari Italia pada tahun 1878. Ia menemukan tumbuhan ini di sekitar air terjun Lembah Anai, Sumatera Barat.

“Kebun Raya Cibodas-BRIN telah memiliki koleksi 13 spesimen bunga bangkai sejak tahun 2000 hasil pengoleksian dari Bukit Sungai Talang, Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Sumatera Barat,” terangnya kepada wartawan, Rabu (13/10).

Hingga saat ini, lanjutnya, dari 13 spesimen itu, terdiri atas 1 spesimen yang merupakan induknya hasil pengoleksian berupa umbi, sedangkan 12 spesimen
merupakan hasil perbanyakan dari biji.

BACA JUGA : Waspada Badai Siklon Tropis Kompasu Bisa Jadi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jabar

“Jadi 12 spesimen yang berasal dari biji ditanam pada tahun 2003,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, keadaan koleksi bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas hingga saat ini ada 1 spesimen pada fase generatif, 4 spesimen fase vegetatif, dan 8 spesimen fase dorman.

Satu spesimen pada fase generatif (muncul perbungaan) dengan nomor koleksi 76i, dan sudah terlihat kemunculannya sejak awal bulan Agustus 2021.

“Jadi bunga bangkai dengan nomor 76i itu sudah muncul perbungaan yang ketiga kalinya, dengan inisiasi pembukaan mekar kelopak terlihat sejak pukul 15.00 (12/10),” jelasnya.

Pada waktu mekar penuh, lanjutnya, perbungaan terlihat indah dengan tongkol atau spadiks berwarna kuning dikelilingi oleh seludang bunga atau spatha yang berwarna merah keunguan.

Ketika bunga betina masak yang biasanya terjadi di malam hari mengeluarkan bau busuk seperti bangkai, yang baunya dapat tercium dari beberapa meter. Hal tersebut mengundang parapolinator seperti kumbang dan lalat untuk datang.

“Bunga bangkai pun termasuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999,” paparnya.

Kamto (55) Pengunjung Asal Jakarta mengaku, cukup takjub atas mekarnya bunga bangkai yang berada di objek wisata Kebun Raya Cibodas saat ini.

Dirinya mengaku, bahwa telah dua kali melihat bunga bangkai yang menjulang tinggi seperti ini.

“Ini yang kedua kalinya saya lihat bunga bangkai yang cantik seperti ini. Kebetulan saja pada saat berlibur ke Kota Bunga, saya diinformasikan oleh teman, bahwa ada bunga bangkai yang mekar di KRC, jadi saya langsung melihat ke sini bersama teman lainnya,” tuturnya. (dan)