Terduga Pembunuh Agnez Tirop Sempat Menangis Menelepon Orang Tuanya

Radarcianjur.com – Polisi Kenya terus memburu suami Agnez Tirop, pelari pemegang rekor dunia lari jarak jauh yang  tewas bersimbah darah di kamarnya, di Iten, Kenya, kemarin (13/10).

Sejumlah petunjuk sudah ditemukan dan pelakunya memang mengerucut kuat kepada suaminya sendiri.

’’Kami menerima pesan dari keluarga suami Tirop bahwa, suami Tirop menelepon orang tuanya sambil menangis,’’ terang Tom Makori, Komandan Polisi Daerah Keiyo Utara, tempat kejadian perkara.

‘’Dia mengatakan semoga Tuhan mengampuninya karena dia baru saja melakukan hal buruk,’’ terusnya.

Keterangan mertua Tirop ini semakin mempertegas bahwa Tirop tewas di tangan suaminya sendiri.

‘’Saat polisi tiba di rumah Tirop, kami menemukan tempat tidurnya bersimbah darah. Bahkan sampai di bawah tempat tidur dan lantai,’’ tambahnya.

‘’Saat polisi memeriksa tubuh Tirop, ditemukan luka tusuk pada lehernya yang diduga ditusuk menggunakan pisau,’’ tandasnya.

Bulan lalu, Tirop memecahkan rekor dunia lari 10 kilometer putri di Jerman. Finis dengan waktu 30 menit 01 detik.

Catatan itu lebih cepat 28 detik dari rekor sebelumnya yang dipegang pelaro Maroko Asmae Leghzaoui sejak 2002.

Tirop juga sudah memenangi perunggu pada dua kali kejuaraan dunia 2017 dan 2019 di nomor 10 ribu kilometer.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta ikut berkomentar atas tragedi tersebut. ‘’Begitu menyakitkan karena Agnez, sang pahlawan, kehilangan nyawanya di usia muda karena kelakukan seorang pengecut,’’ ucapnya.

‘’Saya mendesak agar penegak hukum yang dipimpin Kepolisian Nasional memburu pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pembunuh Agnez,’’ tegasnya.(Jpc)