Kasus Pembunuhan Pelajar, Keluarga Alumni SMAN 7 Keluarkan Tujuh Pernyataan Sikap

Kassu pembunuhan pelajar SMA. Alumni SMAN 7 sampaikan pernyataan sikap.

RADARCIANJUR.com – Keluarga Besar Alumni SMAN 7 Kota Bogor akan mengawal hingga tuntas kasus pembunuhan yang menewaskan adik kelasnya tepat di depan gerbang sekolah.

Perwakilan Alumni SMAN 7, Felix Martha mengatakan alumni mengeluarkan tujuh sikap atas kejadian nahas tersebut.

“Pertama-tama kami turut berduka dan berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober itu, tentunya kami akan mengawal kasus itu sesuai proses hukum yang adil,” kata Felix, Kamis (14/10/2021).

Sementara itu, Wahyu Mulyana Putra mengatakan keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor tidak pernah mendukung dan terlibat dalam segala aktivitas negatif dan kontra produktif yang dilakukan oleh siswa atau pelajar.

Sehingga alumni mengimbau seluruh pihak terutama siswa yang masih bersekolah untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan balas dendam dan tidak melakukan provokasi dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun di media sosial.

“Kami pun mendesak dan meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam kejadian berdarah itu, untuk membuat permohonan maaf secara terbuka,” ucap Wahyu menegaskan.

Agar tidak terus meruncing permasalahan antar siswa yang bisa berdampak buruk, Wahyu mengatakan Alumni SMAN 7 mengimbau kepada masyarakat agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarluaskan foto korban atau pun isu-isu yang tidak benar.

Dirinya juga mendukung dan mendesak kepada aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian, untuk bertindak objektif dan profesional serta mengedepankan asas keadilan dalam proses penyelidikan kasus yang terjadi, serta bebas intervensi dari pihak manapun.

“Jadi kami Alumni SMAN 7 berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, dan akan terlibat aktif dalam mencegah kejadian seperti ini terulang kembali,” tukasnya.

Ditempat terpisah, Kepsek SMAN 7 Bogor, Bambang Aryan menuturkan bahwa kejadian ini jadi pembelajaran bagi semuanya agar menahan diri.

“Tentunya tidak hanya di SMAN 7, di SMAN 6 juga diberlakukan yang sama, agar saling menahan diri dan kita lebih fokus atau konsentrasi ke pembinaan dan mengingatkan anak-anak,” kata Bambang Aryan.

Tak hanya itu, Bambang Aryan juga mengajak semua orang tua siswa agar terus mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya, karena ketika anak sudah berada di luar sekolah sudah sulit dijangkau pihaknya.

“Mohon bantuannya juga dari orang tua siswa untuk tidak mengizinkan anak-anaknya keluar rumah di malam hari, atau mungkin lebih ketat lagi,” ucapnya.

“Lebih bagus orang tua siswa melalui grup WA menyampaikan anak saya sudah ada di rumah sebagai kontrol juga, karena kami tidak mungkin bisa mengawasi satu persatu dengan siswa yang banyak,” tandas Bambang Aryan.(ded)

Berikut 7 Poin Pernyataan SIkap Alumni SMAN 7 Bogor:

  1. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor turut berduka dan berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober 2021
  2. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor tidak pernah mendukung dan terlibat dalam segala aktivitas negatif dan kontra produktif yang dilakukan oleh siswa atau pelajar
  3. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor mengimbau seluruh pihak terutama adik-adik yang masih bersekolah untuk menahan diri, tidak melakukan tindak balas dendam dan tidak melakukan provokasi dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun di media sosial.
  4. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor mendesak kepada semua pihak yang terlibat dalam kejadian 6 Oktober 2021 untuk membuat permohonan maaf secara terbuka
  5. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor mengimbau kepada masyarakat agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarluaskan foto korban, atau pun isu-isu yang tidak benar.
  6. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor mendesak kepada aparat penegak hukum untuk bertindak objektif dan profesional serta mengedepankan asas keadilan dalam proses penyelidikan kasus yang terjadi, serta bebas intervensi dari pihak manapun
  7. Keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga akhir dan terlibat aktif dalam mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.

(radarbogor/may)