Lima Hari Berturut-turut, Cianjur Nol Kasus Covid-19

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR,com- Proges positif dialami Kabupaten Cianjur dalam penanganan Covid-19. Sebelum-sebelumnya, dalam satu hari bisa terjadi hingga 100 kasus. Namun, saat ini, dalam kurun waktu satu minggu, hanya beberapa hari saja yang ditemui adanya kasus baru namun dengan gejala ringan. Dalam kurun waktu lima hari terakhir kini sudah nihil ditemukan kasus baru.

Dari data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, selama dua minggu sebelumnya tercatat 33 orang yang terkonfirmasi. Namun bukan dalam harian. 33 orang tersebut tercatat ada di beberapa kecamatan seperti Cianjur, Cipanas, Sukaresmi dan Gekbrong.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, yang paling banyak dalam sehari hanya tiga kasus dan itu terdapat di Kecamatan Cianjur Kota. “Ada di dua minggu sebelumnya, terakhir 33 orang. Itu pun kasus aktif dalam rentan waktu dua minggu. Nol kasus itu dari harian. Cianjur mengambil kasus harian. Sebagian besar dalam satu minggu Cianjur nol kasus. Sehingga datanya per minggu, misalnya satu hari ini ada, besoknya kosong dan lusa kosong. Yang 33 orang itu berasal dari Cilaku, Cianjur Kota, Cipanas, Sukaresmi, dan Gekbrong,” ujarnya.

Lanjutnya, data satu minggu sebelumnya terdapat kasus aktif 15 orang. Rata-rata adanya kasus tersebut disebabkan masyarakat yang sudah berpergian dari luar Cianjur. “Penyebabnya sudah dari luar Cianjur atau sudah berpergian,” singkatnya.

Bahkan, dalam satu pekan ini, selama lima hari berturut-turut, Cianjur nihil adanya kasus baru. Masyarakat yang terkonfirmasi rata-rata mengalami gejala ringan dan bukan berat. “Sering terjadi nol kasus. Dalam seminggu bahkan lima hari sebelumnya secara berturut-turut tidak ada kasus atau nol kasus dan kebanyakan sih nol kasus. Rata-rata gejala ringan dan sudah sembuh total, selain itu dari kasus tersebut nol kasus kematian,” ungkapnya.

Saat ini, masyarakat yang mengalami gejala ringan Covid-19 harus menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit. Pasalnya, kebijakan tersebut kembali seperti awal. Namun, hal tersebut tidak dipaksakan kepada masyarakat. “Kebijakannya diturunkan kembali, tanpa gejala atau gejala ringan dikirim ke rumah sakit. Sebelumnya hanya gejala berat saja. Jadi masyarakat bisa memilih akan di rumah sakit atau di rumah melakukan isolasi,” terangnya. (kim)