Banjir Rendam Tiga Desa, Dua Peternakan Ayam dan Jalan Vital Provinsi Terendam

BANJIR: Tampak air banjir merendam area perkampungan warga tiga desa di Kecamatan Karangtengah Cianjur.(Foto:Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Karangtengah Cianjur. Akibatnya sejumlah sungai tak mampu menampung air bah dan langsung meluap merendam puluhan hektare sawah, menghanyutkan ternak warga dan memotong jalur jalan provinsi, Senin (18/10).

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi di Desa Sukasirna, Desa Ciherang, dan Desa Sindangraja Karantengah tersebut. Tercatat selain puluhan hektar sawah tergenang air, juga peternakan ayam yang berisi belasan ribu ekor ayam, kolam warga, jalan-jalan tergenang air sejak subuh.

Salah satun penyebabnya banjir terjadi akibat irigasi Cisirih yang tak berfungsi dan tak bisa memuat aliran air dari tiga aliran yakni Sungai Cibalagung, Sungai Ciheulang, dan saluran sungai dari kawasan industri. Belum diketahui berapa kerugian akibat banjir tersebut.

Didin Saepudin (50) warga Kampung Rahong, RT 02 RW 06 Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu mengatakan, banjir tersebut merendam beberapa hektare sawah, kolam warga dan sejumlah ternak ayam mati. “Air banjir rendam dua hektare sawah, dua peternakan ayam, dan dua kolam juga ikut terendam,” ungkapnya.

Didin menuturkan, banjir terjadi akibat beberapa saluran air tak mampu menahan debit air yang sangat tinggi. “Sudah saya telusuri ini akibat irigasi Cisirih yang tak berfungsi, air meluap membanjiri sawah dan saluran air menjebol saluran-saluran air hingga masuk ke wilayah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan, banjir yang merendam lahan di tiga desa baru terjadi sejak beberapa tahun terakhir. “Tadi subuh (kemarin,red) dapat kabar, katanya peternakan ayam terendam juga,” terang Didin.

Didin berharap ada upaya perbaikan dari pemerintah karena banjir sudah banyak merugikan warga di tiga desa. “Sampai saat ini belum ada perbaikan di bagian hulu irigasi Cibalagung yang mampetnya di daerah Cisirih,” paparnya.

Selain itu dibagian hilir masuk ke wilayah Desa Ciherang dan Desa Sindangraja, akses jalan desa dan jalan provinsi juga ikut terendam banjir. Selain itu di jalan Jonggol Cianjur Bogor puluhan motor mogok akibat derasnya banjir merendam.

Cece Komarudin (34) seorang satpam pabrik mengatakan, sejak pukul 05.00 WIb banjir sudah merendam jalan provinsi, hingga puluhan mesin motor mati mendadak hingga ada beberapa yang terjatuh. “Dari pagi banyak motor mati mesin bahkan ada yang terjatuh karena derasnya banjir yang memotong jalur provinsi,” pungkasnya.(byu)