Jembatan Desa Cibokor Ternyata Menelan Anggaran Hingga Rp190 Juta

Sebuah jembatan di Desa Cibokor Kecamatan Cibeber

RADARCIANJUR.com- Jembatan yang belum selesai di Kampung Cibitung Desa Cibokor Kecamatan Cibeber ternyata berasal dari anggaran dana alokasi umum (DAU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur sebesar Rp190 juta.

Namun ternyata, dana yang dibangun untuk jembatan berukuran panjang 11 meter dan lebar tiga meter tersebut sudah dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Jembatan Siluman. Pasalnya tidak dapat dilewati oleh masyarakat.

“Selesai tiga pekan lalu, dan sampai sekarang belum bisa digunakan, karena tidak ada akses jalan. Kata warga mah jembatan siluman, karena cuma siluman yang bisa lewat situ,” ujar Kepala Desa Cibokor, Elian Syahudin.

Selain itu, jembatan tersebut dibangun dengan posisi yang cukup tinggi, yakni sekitar tiga meter dari permukaan tanah di sekitarnya.

“Jadi kalaupun mau ke atas jembatan tersebut harus manjat dulu,” terangnya.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun oleh Pemkab Cianjur, tepatnya melalui Dinas PUPR. Anggaran pembangunan jembatan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai Rp190 juta.

“Dibangunnya oleh pihak ketiga. Kalau desa hanya penerima manfaat,” ungkapnya.

Saat ini, masyarakat masih mempergunakan jembatan lama terbuat dari bambu yang berada disampingnya. Meskipun berbahaya karena tak ada pembatas, tapi warga tak punya pilihan lain.

“Ketika pembangunan jembatan baru, sengaja jembatan lama tidak dibongkar, karena kan kalau dibongkar nanti warga mau lewat mana, sekarang saja kan jembatannya belum bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

“Banyak yang jatuh saat melintas jembatan lama, karena di kanan kirinya tidak ada pembatas,” sambungnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Cianjur membantu pembangunan jalan menuju jembatan. Pasalnya, meskipun desa akan menganggarkan pembangunan dari anggaran dana desa, tidak akan cukup untuk membangun jalan di kedua sisi.

“Anggarannya cukup besar, karena harus dibangun di dua sisi jembatan. Ditambah harus dibangun juga TPT agar jalan tidak cepat rusak jika air sungai meluap. Kalau dari dana desa akan lama, makanya saya mendorong Pemkab juga membantu membangun jalan dan TPT-nya agar segera bisa digunakan warga,” paparnya.

Adam Syahidan (27) warga Cibokor, berharap, jembatan Leuwi Dahu yang baru dibangun bisa segera digunakan oleh masyarakat.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah khususnya agar segera diperbaiki. Buat jembatan itu yang bisa digunakan, mudah-mudahan ada akses jalan untuk bisa melintas menggunakan jembatan itu,” harapnya.

Dirinya mengungkapkan, saat ini warga masih menggunakan jembatan lama yang ada di samping jembatan Leuwi Dahu.

“Jembatan dari bambu kan kecil, kalau pakai motor bisa tapi banyak yang suka jatuh, apalagi kan petani suka bawa hasilnya pakai motor,” tutupnya. (kim)