Kasus Stunting di Sukaresmi Terkendali

Istri Bupati Cianjur yang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cianjur yang didampingi jajaran melaksanaan kunjungan ke Desa Rawabelut. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Istri Bupati Cianjur yang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cianjur, Hj. Anita Sincayani Herman beserta rombongan dari beberapa OPD melaksanaan kunjungan ke Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, dalam memastikan kasus Stunting di wilayah tersebut terkendali, pada Senin (18/10/2021).

“Kami ke Desa Rawabelut ini dalam rangka pembinaan keluarga balita Stunting, gizi kurang, dan ibu hamil bersama sejumlah OPD yang didampingi tim dari Kecamatan Sukaresmi,” kata Anita, dalam kutipan sambutan yang disampaikan, Senin (18/10).

Selain itu, dirinya juga memberikan arahan bahwa Desa Rawabelut ini dinyatakan sebagai Desa lokus Stunting, berdasarkan pendataan Riskesdas 2013 dan data Desember 2017 sebanyak 30 orang. Namun 2021 ini berangsur menurun, dengan tinggal delapan orang.

“Jadi muncul data di akhir Desember 2017 lalu itu karena pendataan riskesdas di lakukan setiap 5 tahun sekali,” ujarnya.

Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku, telah melakukan langkah-langkah secara pasti selain memberikan bantuan sanitasi khusus di bidang kesehatan, juga rembuk Stunting, pemberian PMT pemulihan selama 3 bulan khusus untuk yang mengalami Stunting, serta pemberian tab FE pada remaja, dan ibu hamil.

“Kami juga telah memberikan obat cacing dan Vit A, termasuk PMT pemulihan buat bumil KEk, pemberian PMT penyuluhan buat semua sasaran baik itu balita dan ibu hamil di posyandu, serta pemberian PMT dari pusat sebanyak 6 kali untuk balita,” tuturnya.

Camat Sukaresmi, Latip Ridwan menambahkan, meski dirinya baru menjabat di Kecamatan Sukaresmi, namun terkait dengan penanganan Stunting dan gizi buruk yang ada di wilayahnya tersebut, ia berjanji bakal lebih konsen dan segera melakukan inovasi bersama sejumlah OPD terkait. Terlebih bersama pihak Puskesmas dan para kader posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Sukaresmi.

“Kami akan segera melakukan inovasi setelah dilakukannya rakor bersama sejumlah pihak termasuk puskesmas dan para kader posyandu. Sehingga penanganan tentang Stunting dan gizi buruk bisa segera teratasi dengan maksimal,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut hadir Camat Sukaresmi beserta jajaran, Ketua PKK Kecamatan, Rini latif Ridwan, Kepala Puskesmas Sukaresmi, H. Ajud Maulana, termasuk Ketua PKK Desa Rawabelut bersama perangkat desa dan para kader posyandu. (dan)